Prabowo Tegaskan Komitmen Terhadap Masa Depan Anak- Anak Indonesia

Genvoice.id | 22 Jan 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di London, Selasa (20/1) menyatakan komitmen Pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonensia.

"Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London," kata Seskab Teddy saat dikonfirmasi Antara melalui pesan yang diterima di Jakarta, Rabu (21/1).

Pertemuan yang berlangsung selama sekitar dua jam itu dihadiri 30 profesor perguruan tinggi papan atas di Inggris.

Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam pertemuan dengan 30 profesor yang merupakan pimpinan dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, menjajaki penguatan kerja sama pendidikan dengan membangun kampus kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Tanah Air.

Mereka yang hadir, antara lain mewakili King's College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, London School of Economics, Queen Mary University, serta universitas unggulan lainnya.

Di hadapan para akademisi tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan universitas-universitas Inggris, baik melalui pengembangan kampus di Indonesia maupun kolaborasi langsung di Inggris.

Presiden juga menekankan bahwa pengiriman mahasiswa Indonesia ke luar negeri serta pembangunan dan penguatan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri menjadi prioritas, khususnya pada bidang kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics.

"Pengiriman mahasiswa ke luar negeri serta pembangunan universitas tersebut di Indonesia terutama dalam bidang kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), menjadi fokus utama Presiden Prabowo," kata Seskab Teddy.

Presiden Prabowo merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi sebagai bagian dari strategi pemerintah memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis nasional.

Kepala Negara mengatakan kondisi Indonesia masih kekurangan tenaga medis, dengan produksi sekitar 9.000 dokter per tahun, sementara kebutuhan terus meningkat seiring banyaknya dokter yang akan memasuki masa pensiun.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Inggris yang telah menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas di Indonesia.

Niat Baik

Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Sosial Universitas Airlangga Surabaya, Frederik M. Gasa menilai niat tersebut sangat baik terutama terutama dalam memajukan pendidikan tinggi di bidang STEM dan kedokteran.

Masyarakat kelak memiliki kesempatan untuk dapat berkuliah di perguruan tinggi luar negeri tersebut walau dengan tuition fee yang jauh lebih tinggi dibandingkan perguruan tinggi dalam negeri.

"Akses untuk berkuliah di perguruan tinggi ternama akan semakin terbuka lebar dan jelas bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita,"ungkap Frederik yang juga Pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Bina Nusantara (Binus) Malang

Agar semakin meningkatkan daya saing, Frederik juga menilai jumlah perguruan tinggi kita saat ini yang hampir mencapai 4.500 perguruan tinggi justru harus didorong untuk dapat "naik kelas" melalui penguatan fasilitas, sumber daya pengajarnya dan hal lainnya yang lebih baik lagi dari sekarang.ers/E-9