Buntut Tendang Pemain Lawan Kaya Kung-fu, Kiper PSIR Dihukum Seumur Hidup
JAKARTA, GENVOICE.ID - Setelah menendang dada lawannya, kiper dari PSIR Rembang dihukum dengan cara tidak boleh mengikuti pertandingan sepak bola seumur hidup.
Insiden tersebut melibatkan gelandang dari tim lawan yang sedang bermain bersama PSIR Rembang, yaitu Rizal Dimas dari Persikaba Blora. Mereka bertemu di depan gawang ketika pemain dari Persikaba sedang melancarkan tendangan bebas menuju gawang PSIR, lalu, kiper dari PSIR tersebut menendang dada Rizal Dimas yang juga sedang merebut bola dari tendangan bebas tadi.
Setelah pihak dari Persikaba melaporan kejadian ini kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah, pihak komite memutuskan dalam sidang yang berlangsung pada Rabu (21/1) malam, yang menegaskan bahwa kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, dijatuhi sanksi dilarang bermain sepak bola seumur hidup.
Melalui Putusan No 52/KD.L4/PSSI.JTG/I/2026 l, Komdis menilai penjaga gawang PSIR Rembang itu melakukan Tindakan kekerasan (Violent Conduct), dengan sengaja mengangkat kakinya secara berlebihan sehingga mencederai pemain Persikaba. Aksi tersebut juga dapat mengancam nyawa si Rizal Dimas.
Komdis PSSI dalam hal ini merujuk padaPasal 48 jo. Pasal 49 jo. Pasal 10 jo Pasal 19 Kode Disiplin 2025 yang memutuskan sanksi hukuman larangan beraktivitas dan berpartisipasi di sepak bola di bawah naungan PSSI seumur hidup. Serta sanksi denda sebesar Rp 5 juta atas pelanggaran terhadap ketentuan tersebut.
Perwakilan Komdis Jateng, Evan Haryono turut menjelaskan bahwasannya keputusan tersebut sudah sesuai dengan proses hukum yang berlaku melalui perundang-undangan di dalam PSSI.
"Hal tersebut tertuang dalam Kode Disiplin PSSI 2025 tentang pelanggaran berat dan kekerasan serta tingkah laku buruk terhadap pemain lawan" ujar Samuel di Semarang, Kamis (22/1).
Haryono juga menegaskan bahwa dirinya berharap atas kejadian naas ini, pemain sepak bola lokal lebih berhati-hati lagi dan saling mematuhi tata tertib sehingga memberikan rasa kenyamanan satu sama lain di antara para pemain meskipun kawan atau lawan.
"Langkah tegas yang diambil Komdis Asprov PSSI Jateng juga untuk menciptakan sepak bola yang aman, nyaman dan fair play. Semoga keputusan ini menjadi pengingat dan pembelajaran bagi kita semua, agar Liga 4 Jawa Tengah berjalan baik berdasarkan ketentuan yang mengaturnya," ucap Evan.