Menteri Pariwisata Soroti Tren Wisata 2025: Dari Desa Wisata hingga Wellness Tourism Jadi Incaran 'Traveler'

Genvoice.id | 21 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - SMenteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan sejumlah tren wisata yang tengah diminati wisatawan dan dapat menjadi acuan bagi pelaku industri dalam merancang produk serta layanan pariwisata.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, ia menyebut bahwa pendalaman budaya menjadi salah satu aktivitas wisata yang semakin digemari.

Menurut Widiyanti, wisatawan kini mencari pengalaman yang lebih autentik, mulai dari menikmati desa wisata, mengikuti aktivitas bersama warga lokal, hingga mencoba membuat kerajinan tradisional. Kecenderungan ini menunjukkan bahwa wisata berbasis budaya tetap menjadi daya tarik utama Indonesia.

Selain itu, wisatawan juga semakin peduli lingkungan dan cenderung memilih fasilitas pariwisata yang menerapkan prinsip keberlanjutan. Wisata alam yang lebih spesifik seperti eksplorasi goa dan penyelaman dengan standar keselamatan tinggi turut dinilai memiliki potensi besar.

"Indonesia dikenal dengan kekayaan alamnya, menjadikan nature and adventure based tourism sebagai salah satu tarik utama," ujar Widiyanti.

Wisata kuliner dan gastronomi juga mendapatkan tempat khusus di hati wisatawan, mendorong mereka menjelajahi kekayaan rasa dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk mendukung pengembangan sektor ini, Kementerian Pariwisata telah meluncurkan Wonderful Indonesia Gourmet Book.

Di sisi lain, layanan wisata kebugaran atau wellness tourism menjadi tren baru yang berkembang pesat. Wisatawan dinilai semakin mencari pengalaman kesehatan holistik yang menggabungkan alam, tradisi, dan kebugaran. "Seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan holistik, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil posisi yang kuat di segmen ini," ujarnya. Kementerian Pariwisata bahkan telah menggelar acara Wonderful Indonesia Wellness di Solo dan DI Yogyakarta untuk mempromosikan layanan tersebut.

Widiyanti juga menyoroti meningkatnya permintaan untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) serta tren bekerja dari mana saja (work from anywhere) yang membuka peluang baru bagi penyedia paket wisata terpadu. Ia menegaskan bahwa masa depan sektor pariwisata Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan.

Menurutnya, keberhasilan industri pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan serta budaya lokal. Dengan inovasi, strategi adaptif, dan kolaborasi lintas sektor, Widiyanti yakin Indonesia dapat menjadi destinasi unggulan dunia.

"Pariwisata Indonesia saat ini berada di titik strategis, tren global berpihak pada kita, dan arah kebijakan kita semakin jelas. Tahun mendatang akan menjadi momentum penting untuk mewujudkan pertumbuhan yang nyata," katanya.