Film Pangku Juara FFI 2025 Reza Rahadian Menangis Saat Bawa Pulang Empat Piala Citra

Genvoice.id | 21 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, dunia perfilman Tanah Air lagi ramai banget membahas kemenangan besar film Pangku di Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Film yang mengangkat kisah perempuan Pantura ini berhasil menyabet empat Piala Citra sekaligus dan dinobatkan sebagai Film Cerita Panjang Terbaik. Momen paling bikin haru terjadi ketika Reza Rahadian, sang penulis skenario dan sutradaranya, tidak bisa menahan air mata saat naik ke panggung.

Dalam pidatonya, Reza menyampaikan rasa terima kasih yang begitu emosional. "Ibu saya bilang, doa mama beserta," ucapnya, membuat suasana malam penghargaan langsung berubah hening dan penuh perasaan. Reza menegaskan bahwa Pangku adalah bentuk penghormatan untuk perempuan yang terus berjuang dalam keterbatasan hidup.

Kesuksesan Pangku tidak datang dari satu kategori saja. Film ini meraih empat Piala Citra, termasuk Penulis Skenario Asli Terbaik yang ditulis oleh Reza bersama Felix K. Nesi. Selain itu, Christine Hakim membawa pulang penghargaan Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik. Kategori Pengarah Artistik Terbaik juga jatuh ke tangan Eros Eflin yang dianggap sukses membangun atmosfer kuat dalam cerita.

Bukan cuma di Indonesia, film ini juga bersinar di panggung internasional. Di Busan International Film Festival (BIFF) Korea Selatan, Pangku meraih empat penghargaan sekaligus. Pencapaian ini memperlihatkan bagaimana kualitas film Indonesia terus berkembang dan makin diakui di luar negeri.

Cerita Pangku sendiri mengikuti perjalanan Sartika, perempuan muda yang sedang mengandung dan nekad pergi dari kampung halamannya demi masa depan anaknya. Diperankan oleh Claresta Taufan, sosok Sartika digambarkan sebagai perempuan yang kuat tetapi terus diterpa ujian hidup. Mulai dari diturunkan sopir truk di tengah jalan hingga tidak punya arah tujuan.

Titik balik perjalanan Sartika terjadi saat ia bertemu pasangan lanjut usia, Maya (Christine Hakim) dan Jaya (Jose Rizal Manua). Mereka menerima Sartika tanpa syarat dan memberinya ruang untuk memulai kehidupan baru. Meski awalnya berharap menemukan pekerjaan layak, ia akhirnya ikut membantu di warung milik Maya yang biasa dikunjungi sopir dan kernet truk.

Di tempat itulah Sartika melahirkan anaknya, Bayu. Maya dan Jaya memperlakukan Bayu seperti cucu sendiri, memberikan kasih sayang dan memastikan ia tumbuh dengan baik sementara Sartika bekerja. Kisah hangat inilah yang membuat Pangku terasa begitu dekat dan menyentuh bagi banyak penonton.

Gen, kemenangan Pangku tahun ini bukan hanya soal piala, tapi juga bukti kalau cerita sederhana tentang perjuangan perempuan bisa mengguncang panggung penghargaan tertinggi di Indonesia. Film ini membuktikan bahwa emosi yang jujur dan cerita yang kuat selalu punya tempat di hati penonton.