Sering Ngopi, Wanita Ini Patah Tulang Rusuk Cuma Gara-gara Bersin

Genvoice.id | 21 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Seorang wanita berusia 35 tahun di Provinsi Zhejiang, China, mengalami kejadian tidak biasa setelah bersin hingga menyebabkan tulang rusuknya patah. Kondisi tersebut kemudian membuat dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kemungkinan adanya gangguan pada kesehatan tulangnya.

Kasus ini menjadi perhatian karena patah tulang umumnya dikaitkan dengan benturan atau cedera, sementara wanita tersebut mengalaminya hanya setelah bersin. Dikutip dari China Press pada 20 Oktober, pemeriksaan dokter menemukan sejumlah kebiasaan sehari-hari yang perlu diperhatikan, termasuk pola konsumsi kopi dan minimnya aktivitas di luar ruangan.

Wanita tersebut diketahui terbiasa mengonsumsi sedikitnya dua cangkir kopi setiap hari. Selain itu, ia juga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan selalu menggunakan tabir surya ketika beraktivitas di luar rumah.

Kombinasi kebiasaan tersebut kemudian dikaitkan dengan perhatian terhadap kesehatan tulang, terutama karena kondisi tulang yang rapuh dapat meningkatkan risiko terjadinya patah tulang. Namun, dokter menegaskan bahwa kebiasaan minum kopi dan jarang terpapar sinar matahari tidak dapat langsung disebut sebagai penyebab patah tulang yang dialami wanita tersebut.

Kafein dan Kesehatan Tulang

Dokter Song Baishan menjelaskan bahwa kasus tersebut menjadi pengingat bahwa osteoporosis tidak hanya perlu diwaspadai oleh kelompok usia lanjut. Penyakit yang membuat tulang menjadi rapuh dan mudah patah itu juga berpotensi terjadi pada orang yang usianya lebih muda.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan. Kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat memengaruhi pengeluaran kalsium melalui urine.

Sejumlah penelitian memperkirakan bahwa konsumsi 100 miligram kafein dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine sekitar 2 hingga 3 miligram. Meski demikian, besarnya pengaruh tersebut dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi kondisi tubuh, pola makan, serta kecukupan asupan kalsium.

Artinya, kebiasaan minum kopi tidak otomatis membuat seseorang mengalami osteoporosis atau patah tulang. Risiko kesehatan tulang tetap perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang dimiliki masing-masing individu.

Vitamin D Juga Penting untuk Tulang

Selain kalsium, vitamin D juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang. Vitamin tersebut membantu tubuh menyerap kalsium, sementara tubuh dapat memproduksi vitamin D melalui kulit dengan bantuan paparan sinar ultraviolet atau UV dari matahari.

Kebiasaan wanita tersebut yang lebih sering berada di dalam ruangan turut menjadi perhatian dalam pemeriksaan. Meski begitu, penggunaan tabir surya tidak bisa secara langsung dianggap sebagai penyebab seseorang mengalami kekurangan vitamin D.

Dokter juga mengingatkan masyarakat agar tidak sengaja berjemur terlalu lama tanpa perlindungan hanya demi memenuhi kebutuhan vitamin D. Perlindungan terhadap paparan sinar matahari tetap perlu diperhatikan, sehingga pemenuhan vitamin D sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan tubuh secara keseluruhan.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Untuk membantu menjaga kesehatan tulang, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup yang mendukung kekuatan tulang. Aktivitas olahraga secara rutin, konsumsi susu dan produk olahannya, serta makanan lain yang kaya kalsium menjadi beberapa hal yang dapat dilakukan.

Kebutuhan vitamin D juga perlu dicukupi untuk membantu proses penyerapan kalsium di dalam tubuh. Di sisi lain, konsumsi kopi sebaiknya tetap dilakukan dalam batas yang wajar dan tidak berlebihan.

Kasus wanita yang mengalami patah tulang setelah bersin tersebut juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan patah tulang yang terjadi tanpa benturan atau cedera yang jelas. Kondisi semacam itu perlu mendapat perhatian karena dapat berkaitan dengan osteoporosis ataupun masalah kesehatan lainnya.

Pemeriksaan kepadatan tulang dan evaluasi medis dapat dilakukan untuk mengetahui penyebab di balik kondisi tersebut. Langkah pemeriksaan menjadi penting terutama ketika patah tulang terjadi tanpa adanya trauma yang jelas, sehingga kondisi kesehatan tulang dapat diketahui dan ditangani sesuai kebutuhan.