Kencing Nyeri dan Anyang-anyangan? Kenali 5 Gejala yang Bisa Menandakan Batu Ginjal
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nyeri saat buang air kecil dan anyang-anyangan kerap dianggap sebagai gangguan ringan. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah pada saluran kemih, termasuk infeksi atau batu ginjal.
Spesialis urologi Bethsaida Hospital, dr. Boyke Budiman Sumantri, SpU, mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan perubahan yang terjadi saat buang air kecil, mulai dari warna urine hingga munculnya rasa nyeri.
"Sewajarnya kalau kita kencing nggak ada keluhan, ya berarti kita normal aja kan. Kalau ada keluhan, misalnya warnanya berubah, ada nyeri, kemudian baunya juga berubah," ujar Boyke dalam program detikSore, Rabu (26/8/2026).
Menurut Boyke, urine berbusa tidak selalu menandakan masalah kesehatan karena kondisi tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Namun, ada beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan gangguan saluran kemih maupun ginjal.
1. Warna dan Bau Urine Berubah
Perubahan warna dan bau urine yang tidak biasa dapat menjadi petunjuk adanya gangguan pada saluran kemih. Urine yang bercampur darah, misalnya, dapat muncul pada kasus batu ginjal yang melukai saluran kemih.
Bau urine yang lebih menyengat juga dapat berkaitan dengan infeksi atau kondisi lain. Meski demikian, perubahan tersebut tidak selalu disebabkan oleh batu ginjal sehingga perlu dinilai bersama gejala lainnya.
2. Nyeri saat Buang Air Kecil
Rasa perih atau nyeri ketika berkemih dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saluran kemih. Keluhan ini juga bisa muncul ketika batu berada di bagian saluran kemih yang lebih dekat dengan kandung kemih.
Namun, nyeri saat buang air kecil tidak secara khusus menunjukkan batu ginjal. Infeksi saluran kemih juga dapat menimbulkan gejala serupa, sehingga pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
3. Anyang-anyangan
Anyang-anyangan ditandai dengan keinginan buang air kecil berulang kali, tetapi urine yang keluar hanya sedikit. Kondisi ini dapat terjadi pada infeksi saluran kemih atau ketika batu mengiritasi bagian bawah saluran kemih.
Jika keluhan disertai nyeri, urine berdarah, atau demam, pemeriksaan sebaiknya tidak ditunda. Gejala tersebut perlu dievaluasi untuk memastikan apakah terdapat infeksi, batu, atau gangguan lainnya.
4. Demam
Demam dapat menjadi tanda adanya infeksi pada saluran kemih. Jika muncul bersamaan dengan nyeri pinggang atau dugaan batu ginjal, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius.
Batu yang menyumbat saluran kemih dan disertai infeksi dapat menjadi kondisi darurat. Penderita perlu segera mendapatkan pertolongan medis, terlebih jika mengalami menggigil, muntah, atau tubuh terasa sangat lemah.
5. Nyeri Kolik di Pinggang yang Menjalar
Salah satu gejala yang kerap dikaitkan dengan batu ginjal adalah nyeri kolik, yakni rasa sakit hebat yang muncul dan mereda secara bergantian. Nyeri biasanya terasa di pinggang atau sisi punggung, kemudian dapat menjalar ke perut bagian bawah hingga selangkangan.
Boyke menjelaskan, nyeri tersebut dapat terjadi ketika batu bergerak dari ginjal menuju ureter, yaitu saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Ketika batu tersangkut dan menghambat aliran urine, tekanan di dalam saluran kemih dapat meningkat dan menimbulkan rasa sakit yang intens.
Ukuran dan lokasi batu turut memengaruhi kemungkinan terjadinya sumbatan. Dalam kondisi tertentu, nyeri yang muncul bisa sangat berat hingga menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Jika mengalami nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, perubahan urine, atau nyeri pinggang yang menjalar, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan urine, tes darah, atau pencitraan sesuai kondisi pasien.
Boyke mengingatkan bahwa gangguan berkemih pada pria maupun wanita perlu ditangani oleh tenaga medis yang sesuai. Dokter spesialis urologi menangani masalah pada saluran kemih, termasuk batu ginjal dan gangguan berkemih.
Jangan menunda mencari pertolongan jika nyeri pinggang disertai demam, menggigil, urine berdarah, atau jumlah urine berkurang drastis. Gejala tersebut dapat menandakan kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
Perlu diingat, nyeri saat berkemih dan anyang-anyangan tidak selalu berarti seseorang mengalami batu ginjal. Pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.