Jumbo Cetak Sejarah, Jadi Film Animasi Pertama yang Masuk Nominasi Film Cerita Panjang Terbaik di FFI 2025
JAKARTA, Genvoice.id - Dunia perfilman Indonesia mencatat sejarah baru lewat film animasi Jumbo garapan Visinema Studios. Untuk pertama kalinya dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2025, sebuah film animasi berhasil masuk ke kategori Film Cerita Panjang Terbaik.
Pencapaian ini diumumkan saat Komite FFI 2025 merilis daftar nominasi pada Sabtu, 19 Oktober 2025. Jumbo berdiri sejajar dengan empat film lainnya: Pengepungan di Bukit Duri, Perang Kota, Pangku, dan Sore: Istri dari Masa Depan. Langkah ini menandai babak baru bagi industri animasi nasional yang selama ini jarang mendapat tempat di kategori utama penghargaan film tertinggi di Indonesia.
Film Jumbo disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan diproduksi oleh Anggia Kharisma bersama tim kreatif Visinema. Film yang berdurasi 102 menit itu mengisahkan petualangan seorang anak laki-laki bernama Don yang berusaha menghidupkan kembali pertunjukan buku dongeng milik mendiang orang tuanya. Dalam perjalanan tersebut, Don bertemu dengan karakter imajiner bernama Jumbo, seekor gajah kecil yang menjadi simbol harapan dan keberanian.
Meski dikemas dengan visual animasi, film ini sarat pesan emosional tentang kehilangan, persahabatan, dan perjuangan menghadapi rasa takut. Ceritanya tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga menyentuh penonton dewasa lewat lapisan tema yang matang dan universal. Itulah yang membuat Jumbo mampu menembus batas antara hiburan keluarga dan karya sinematik serius.
Selain kategori utama, Jumbo juga tercatat meraih tujuh nominasi di FFI 2025. Beberapa di antaranya termasuk Sutradara Terbaik, Penulis Skenario Asli Terbaik, Film Animasi Panjang Terbaik, Penata Musik Terbaik, serta Pencipta Lagu Tema Terbaik. Jumlah ini menempatkan Jumbo sebagai salah satu film dengan perolehan nominasi terbanyak tahun ini, bersaing dengan film-film besar lainnya.
Keberhasilan Jumbo menembus nominasi Film Cerita Panjang Terbaik juga menandai perubahan cara pandang terhadap film animasi di Indonesia. Kini, film animasi mulai diakui dan berhasil sejajar dengan film live action dalam hal kualitas naratif dan artistik.