Trump Klaim TikTok Dapat Restu: ByteDance Ikut Tanggapi, tapi Detail Kesepakatan Masih Misterius
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Donald Trump pada Jumat (19/9) mengumumkan bahwa kesepakatan soal masa depan TikTok akhirnya mendapat lampu hijau dari Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Di sisi lain, ByteDance selaku induk TikTok juga merilis pernyataan resmi bahwa mereka akan memastikan platform tersebut tetap tersedia bagi pengguna Amerika melalui entitas baru bernama TikTok U.S.
Meski begitu, baik Trump maupun ByteDance belum membagikan detail lebih lanjut terkait isi kesepakatan tersebut.
Seperti diketahui, bisnis TikTok di Amerika Serikat sempat terancam usai pemerintah Trump melarang aplikasi itu pada Januari lalu dengan alasan keamanan nasional. Namun, larangan itu berulang kali ditunda setelah menuai protes besar dari pengguna dan kreator konten.
Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut bahwa pembeli TikTok U.S. akan segera diumumkan. Laporan The Wall Street Journal kemudian mengonfirmasi bahwa konsorsium investor asal AS - termasuk Oracle, Silver Lake, dan Andreessen Horowitz - diperkirakan akan menguasai 80% saham, sementara sisanya tetap dimiliki pemegang saham asal Tiongkok. Nantinya, mayoritas kursi dewan direksi akan diisi orang Amerika, bahkan satu kursi akan diisi perwakilan pemerintah AS.
"Teleponnya berjalan dengan sangat baik, kami akan berbicara lagi, dan saya menghargai persetujuan TikTok," tulis Trump di Truth Social.
ByteDance melalui situs resmi TikTok menambahkan pernyataan: "Kami berterima kasih kepada Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald J. Trump atas upaya mereka menjaga TikTok tetap hadir di Amerika Serikat. ByteDance akan bekerja sesuai hukum yang berlaku demi memastikan TikTok tetap bisa digunakan melalui TikTok U.S."
Meski sudah ada sinyal positif dari kedua belah pihak, publik masih menunggu transparansi detail final, termasuk struktur pengawasan dan bagaimana data pengguna AS akan dikelola dalam entitas baru tersebut.