Real Madrid 2026/2027, 5 Pertanyaan Besar yang Wajib Dijawab Mourinho
JAKARTA, GENVOICE.ID - Real Madrid memasuki musim 2026/2027 dengan situasi yang jauh berbeda dibanding beberapa tahun terakhir. Setelah melewati dua musim tanpa trofi utama, Los Blancos kini mencoba membangun kembali kekuatan mereka bersama sosok yang sudah sangat dikenal di Santiago Bernabeu, Jose Mourinho. Kembalinya pelatih asal Portugal itu membawa ekspektasi besar sekaligus sejumlah tanda tanya yang belum terjawab.
Mourinho bukan sekadar datang untuk memperbaiki taktik. Ia juga dituntut mengembalikan mental juara, merapikan ruang ganti, serta menemukan formula terbaik dari skuad bertabur bintang. Real Madrid memiliki pemain seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham hingga sejumlah rekrutan anyar yang membuat ekspektasi terhadap tim semakin tinggi.
Namun, nama besar dan kualitas individu saja tidak cukup. Mourinho harus memastikan seluruh bagian tim bisa bekerja sebagai satu kesatuan. Bahkan, beberapa keputusan yang terlihat sederhana dapat menentukan apakah Madrid kembali menjadi kandidat kuat peraih gelar atau justru kembali mengalami musim sulit.
Berikut lima pertanyaan besar yang akan menjadi ujian Mourinho bersama Real Madrid musim 2026/2027.
1. Bisakah Mbappe dan Vinicius Jadi Duet yang Lebih Kompak?
Salah satu pekerjaan rumah terbesar Mourinho adalah menemukan cara agar Kylian Mbappe dan Vinicius Junior bisa tampil maksimal secara bersamaan.
Mbappe sebenarnya sudah menunjukkan kualitas luar biasa sejak tiba di Madrid. Ia telah mencetak 86 gol dari 103 pertandingan sejak bergabung pada musim 2024/2025. Namun, kombinasi dengan Vinicius belum selalu berjalan mulus.
Masalahnya, kedua pemain sama-sama nyaman bergerak dari sisi kiri. Jika tidak diatur dengan baik, area serangan Madrid bisa menjadi tidak seimbang dan membuat lini depan kehilangan variasi.
Mourinho harus menemukan pembagian ruang yang tepat. Jika berhasil, Madrid bisa memiliki lini depan yang jauh lebih berbahaya karena dua pemain tersebut tidak perlu saling berebut wilayah permainan.
2. Mampukah Mourinho Menjaga Ruang Ganti?
Tantangan berikutnya bukan berada di lapangan, melainkan di ruang ganti.
Mourinho dikenal sebagai pelatih dengan karakter tegas dan tuntutan tinggi. Pengalaman pertamanya di Real Madrid juga tidak lepas dari berbagai konflik dengan pemain bintang seperti Iker Casillas, Cristiano Ronaldo, dan Karim Benzema.
Kali ini situasinya berbeda. Mourinho harus menangani generasi baru pemain kelas dunia dengan karakter masing-masing. Jude Bellingham bahkan sudah menggambarkan kesempatan bekerja bersama Mourinho sebagai "sebuah impian".
Namun, situasi bisa berubah ketika tekanan pertandingan mulai datang. Kekalahan beruntun, keputusan mencadangkan pemain bintang, atau persaingan mendapatkan tempat utama bisa menjadi ujian sebenarnya bagi kemampuan Mourinho menjaga keharmonisan tim.
3. Siapa yang Bisa Mengisi Lubang di Lini Tengah?
Sejak Toni Kroos meninggalkan sepak bola pada 2024, Madrid belum benar-benar memiliki sosok yang mampu mengontrol permainan dari posisi yang lebih dalam dengan karakter serupa.
Akibatnya, Los Blancos terkadang kesulitan mengatur tempo pertandingan, terutama ketika berhadapan dengan lawan yang memilih bertahan rapat.
Kedatangan Bernardo Silva menjadi salah satu solusi yang bisa dicoba. Kreativitas dan kemampuannya menguasai bola diharapkan membuat permainan Madrid lebih hidup.
Mourinho juga punya opsi lain. Trent Alexander-Arnold dapat dimainkan lebih ke tengah untuk memberikan tambahan kreativitas. Artinya, sang pelatih memiliki beberapa pilihan, tetapi ia harus segera menentukan formula yang paling efektif.
4. Apakah Rekrutan Baru Bisa Langsung Bersinar?
Real Madrid cukup aktif memperbaiki skuad pada musim panas ini. Marc Cucurella, Yan Diomande, Denzel Dumfries, Ibrahima Konate, Carlos Espi, dan Bernardo Silva menjadi bagian dari perubahan yang dilakukan klub.
Para pemain tersebut datang dengan harapan bisa mengatasi sejumlah masalah yang muncul dalam dua musim sebelumnya. Karena itu, tekanan untuk memberikan dampak langsung juga cukup besar.
Sorotan khusus tentu mengarah kepada Yan Diomande. Pemain asal Pantai Gading tersebut baru berusia 19 tahun, tetapi Madrid mengeluarkan dana yang sangat besar untuk membawanya dari RB Leipzig. Nilai transfer maksimalnya mencapai 161,6 juta dolar AS atau sekitar Rp2,88 triliun.
Dengan harga sebesar itu, performa Diomande otomatis akan terus menjadi perhatian. Ia tidak hanya dituntut berkembang sebagai pemain muda, tetapi juga harus menunjukkan mengapa Madrid berani melakukan investasi besar.
5. Bisakah Real Madrid Kembali Angkat Trofi?
Pada akhirnya, semua pertanyaan tersebut akan bermuara pada satu hal: trofi.
Bagi klub sebesar Real Madrid, dua musim tanpa gelar utama jelas bukan kondisi yang ideal. Standar di Santiago Bernabeu selalu tinggi dan tekanan untuk kembali menjadi juara tidak akan pernah hilang.
Mourinho kini mendapatkan kesempatan untuk mengubah keadaan tersebut. Ia harus membuat para pemain bintangnya menyatu, membangun ruang ganti yang solid, sekaligus menemukan sistem permainan yang bisa membawa Madrid bersaing di level tertinggi.
Perjalanan itu akan segera dimulai ketika Real Madrid menghadapi Espanyol. Pertandingan tersebut bukan hanya menjadi laga awal bagi Los Blancos, tetapi juga menjadi panggung pertama untuk melihat apakah era kedua Mourinho benar-benar bisa membawa perubahan besar.
Jika lima pertanyaan tersebut mampu dijawab dengan tepat, Real Madrid punya peluang besar untuk kembali ke jalur juara. Namun jika masalah lama kembali muncul, musim 2026/2027 bisa berubah menjadi ujian berat lainnya bagi raksasa Spanyol tersebut.