Jorge Martin Kena Cedera, Casey Stoner Malah Yakin Bakal Lebih Kuat di MotoGP 2025!

Genvoice.id | 21 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, musim 2025 jadi salah satu tahun paling berat buat Jorge Martin. Bukannya menikmati status baru sebagai juara dunia, ia malah harus berkali-kali jatuh bangun karena cedera parah. Tapi menariknya, legenda MotoGP Casey Stoner percaya semua rasa sakit itu justru bisa bikin Martin tumbuh lebih kuat ke depan.

Stoner yang pernah dua kali juara dunia MotoGP menilai perjalanan Martin mirip dengan yang dialami Marc Marquez beberapa tahun lalu. Meski terpuruk akibat cedera panjang, Marquez akhirnya bisa bangkit dan kembali kompetitif. Hal itu diyakini Stoner juga bisa terjadi pada Martin.

"Saya tidak bisa benar-benar membayangkan bagaimana rasanya menjalani apa yang dia alami," ujar Stoner, dikutip dari Crash. "Tapi kami pernah memulai musim dengan cedera pergelangan tangan, itu sangat sulit. Kemudian dia mengalami momen yang benar-benar mengerikan dengan kecelakaan di Qatar. Itu jelas bukan cara ideal untuk memulai musim sebagai juara dunia."

Sejak awal tahun, Martin sudah harus absen panjang usai kecelakaan di tes Sepang yang membuat pergelangan tangannya rusak. Belum sembuh benar, ia kembali sial saat latihan jelang GP Thailand. Saat akhirnya debut dengan Aprilia di seri keempat di Qatar, ia malah celaka lagi di akhir balapan setelah ditabrak Fabio Di Giannantonio.

Stoner percaya situasi sulit ini bisa jadi modal mental buat Martin. "Biasanya, momen seperti ini akan membuat Anda jauh lebih tangguh ke depan," tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan emosional bagi pembalap. "Jika kita terlalu larut dalam momen terbaik, maka saat momen terburuk datang, dampaknya bisa sangat dalam. Penting untuk tetap membumi," tambahnya.

Tak cuma soal cedera, drama juga muncul di luar lintasan. Martin sempat mencoba keluar dari Aprilia dengan mengaktifkan klausul kontrak berbasis performa. Tapi langkah itu ditolak mentah-mentah oleh tim, bahkan diwarnai ancaman hukum. Akhirnya, Martin memilih bertahan sampai akhir musim sesuai kontrak.

Dengan segala cobaan ini, Stoner yakin Martin bisa lebih kuat. Sama seperti Marquez, penderitaan besar bisa jadi awal kebangkitan yang lebih hebat.