Kronologi WNI Tewas di Armenia, Keluarga Beberkan Dugaan Motif Pembunuhan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Selatan ditemukan meninggal dunia di Armenia dalam kondisi yang memprihatinkan. Korban bernama Valenth A. Tambuto ditemukan di dalam kamar tempat tinggalnya dengan tangan, kaki, dan mulut terikat lakban.
Peristiwa ini sontak mengejutkan keluarga di Indonesia. Mereka menduga kematian Valenth bukanlah kejadian biasa, melainkan berkaitan dengan dugaan tindak pembunuhan. Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat penegak hukum Armenia.
Keluarga Terima Informasi Dugaan Pembunuhan
Adik korban, Arnold Tambuto, mengungkapkan bahwa keluarga memperoleh berbagai informasi dari orang-orang terdekat Valenth, termasuk sang kekasih dan rekan kerjanya di Armenia. Informasi tersebut mengarah pada dugaan bahwa korban menjadi sasaran pembunuhan.
Menurut Arnold, hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai motif maupun pelaku. Namun, sejumlah cerita yang diterima keluarga memunculkan dugaan adanya persoalan pribadi dan pekerjaan yang mungkin berkaitan dengan kematian korban.
Diduga Berkaitan dengan Utang Rekan Kerja
Salah satu informasi yang diterima keluarga menyebutkan bahwa Valenth dikenal sebagai pribadi yang suka membantu teman-temannya, termasuk meminjamkan uang.
Dari sejumlah percakapan yang disebut dimiliki keluarga, beberapa rekan korban diduga memiliki utang kepada Valenth. Hal tersebut kemudian menjadi salah satu dugaan yang sedang menjadi perhatian keluarga, meski belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama peristiwa tersebut.
Sempat Menolak Dugaan Penggelapan Dana
Selain persoalan utang, keluarga juga menerima informasi bahwa korban pernah diajak untuk terlibat dalam dugaan penggelapan dana perusahaan oleh beberapa rekannya.
Arnold mengatakan kakaknya memilih menolak ajakan tersebut. Korban bahkan diduga mengetahui rencana tersebut, sehingga muncul kekhawatiran bahwa dirinya akan melaporkan kasus itu kepada perusahaan. Meski demikian, informasi ini masih sebatas dugaan dan belum dikonfirmasi oleh aparat penyidik.
Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan
Kabar meninggalnya Valenth pertama kali diterima keluarga pada Rabu malam, 15 Juli 2026. Beberapa jam sebelumnya, Arnold mengaku masih sempat berkomunikasi dengan sang kakak.
Saat jenazah ditemukan, korban disebut berada dalam kondisi tangan, kaki, dan mulut terikat lakban. Keluarga juga menerima informasi bahwa terdapat bercak darah di lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat keluarga semakin yakin bahwa kematian Valenth perlu diusut secara menyeluruh.
Kemlu RI Koordinasi dengan Otoritas Armenia
Menanggapi kasus tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan telah mengambil langkah penanganan bersama otoritas setempat.
Melalui Kedutaan Besar RI di Kyiv dan Konsul Kehormatan RI di Yerevan, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan aparat Armenia untuk memperoleh perkembangan penyelidikan sekaligus memastikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia yang berada di sana.
Kemlu juga menyampaikan bahwa sejumlah WNI telah diamankan guna membantu proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Hingga kini, penyebab pasti kematian, motif, maupun identitas pelaku masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang Armenia.