Presiden Murka! Bongkar Skandal Oplosan Beras Rp100 Triliun: ‘Ini Subversi Ekonomi, Tikam Rakyat!’
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah tegas terhadap praktik curang pengoplosan beras yang merugikan negara hingga Rp100 triliun setiap tahun.
Dilansir dari Antara, dalam sambutannya saat menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (20/7), Prabowo mengecam keras aksi para pengusaha nakal yang menipu rakyat demi keuntungan pribadi.
"Masih banyak permainan jahat dari pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang premium, harganya dinaikkan seenaknya. Ini pelanggaran," tegas Prabowo di hadapan ribuan kader PSI.
Presiden menyebut praktik tersebut bukan hanya penipuan konsumen, tetapi sudah termasuk kejahatan ekonomi besar-besaran yang berdampak sistemik terhadap kesejahteraan rakyat dan stabilitas nasional. Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk subversi ekonomi.
"Saya dapat laporan kerugian bangsa mencapai Rp100 triliun tiap tahun. Ini kejahatan ekonomi luar biasa. Menurut saya, ini sudah termasuk subversi ekonomi, menikam rakyat," ujar Prabowo lantang.
Tak tinggal diam, Presiden langsung menginstruksikan Kejaksaan Agung dan Kepolisian untuk mengusut tuntas dan menindak para pelaku tanpa pandang bulu. Langkah ini dianggap penting untuk memberi efek jera dan melindungi konsumen dari praktik curang yang telah berlangsung bertahun-tahun.
"Saya telah minta Jaksa Agung dan polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu," tambahnya.
Langkah Presiden diperkuat dengan tindakan Satgas Pangan Polri yang saat ini tengah menyelidiki 212 produsen beras yang dilaporkan oleh Kementerian Pertanian. Dari jumlah tersebut, 10 produsen telah diperiksa sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa laporan tersebut berkaitan dengan pelanggaran mutu, volume, serta pelabelan produk. Ia memastikan bahwa proses penindakan tidak akan mengganggu stabilitas pasokan, mengingat cadangan beras nasional saat ini sangat mencukupi.
"Stok beras kita 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Produksi jagung naik 30 persen, dan beras naik 48 persen," kata Prabowo, menegaskan ketahanan pangan nasional sedang berada di jalur positif.
Kebijakan tegas ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo tidak akan mentolerir praktik ekonomi yang merugikan rakyat. Pemerintah berkomitmen melindungi konsumen dan memastikan distribusi pangan berlangsung adil dan transparan.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.