11 Kuliner Legendaris Dekat Malioboro Jogja, Murah Meriah tapi Rasanya Bikin Nagih

Genvoice.id | 21 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Malioboro bukan cuma dikenal sebagai pusat wisata dan belanja di Yogyakarta, tetapi juga surganya kuliner legendaris yang selalu diburu wisatawan. Dari angkringan sederhana hingga warung makan turun-temurun, kawasan ini punya banyak pilihan makanan khas dengan rasa autentik dan harga yang masih ramah di kantong.

Menariknya, banyak tempat makan di sekitar Malioboro tetap mempertahankan cita rasa tradisional sejak puluhan tahun lalu. Beberapa bahkan baru buka saat malam hari dan selalu dipadati pengunjung yang ingin menikmati suasana khas Jogja.

Mulai dari gudeg manis, sate kere, bakmi Jawa, hingga kopi jos yang ikonik, berikut rekomendasi kuliner paling nikmat di sekitar Malioboro yang wajib dicoba saat liburan ke Jogja.

  1. Angkringan Kopi Jos Lik Man
    Angkringan legendaris ini menjadi salah satu ikon kuliner malam Malioboro. Menu andalannya adalah kopi jos, yakni kopi hitam yang disajikan dengan arang panas membara di dalam gelas.

Selain kopi, pengunjung juga bisa menikmati nasi kucing, sate usus, gorengan, hingga aneka camilan tradisional dengan harga mulai Rp5 ribuan.

  1. Oseng Mercon Bu Narti
    Bagi pencinta makanan pedas, Oseng Mercon Bu Narti wajib masuk daftar kuliner yang dicoba. Warung ini terkenal dengan oseng daging dan kikil super pedas yang dimasak menggunakan cabai dalam jumlah melimpah.

Sensasi pedasnya membuat tempat ini selalu ramai, terutama saat malam hari.

  1. Bakmi Jawa Pak Pele
    Bakmi Jawa Pak Pele dikenal dengan cita rasa khas masakan arang yang autentik. Pengunjung bisa memilih bakmi godog, goreng, atau nyemek dengan topping ayam kampung dan telur bebek.

Aroma smoky dari proses memasaknya menjadi ciri khas yang membuat banyak wisatawan rela antre.

  1. Lesehan Terang Bulan
    Kuliner lesehan selalu identik dengan suasana Jogja, dan Lesehan Terang Bulan menjadi salah satu yang paling populer di kawasan Malioboro.

Menu yang ditawarkan cukup lengkap, mulai dari ayam goreng, bebek, gudeg, hingga berbagai lauk tradisional dengan konsep makan lesehan yang santai.

  1. Soto Ayam 61
    Soto Ayam 61 menjadi pilihan favorit untuk sarapan atau makan siang di sekitar Malioboro. Soto ayam kuah beningnya terkenal gurih dan segar dengan isian suwiran ayam, telur, dan taburan bawang goreng.

Harganya juga terjangkau sehingga cocok untuk wisatawan yang ingin makan enak tanpa menguras dompet.

  1. Gudeg Yu Djum
    Belum lengkap rasanya ke Jogja tanpa mencicipi gudeg, dan Gudeg Yu Djum menjadi salah satu yang paling legendaris.

Gudeg manis dengan krecek pedas serta areh gurih menjadi perpaduan rasa khas yang selalu dicari wisatawan dari berbagai daerah.

  1. Sego Empal Bu Warno
    Warung yang sudah berdiri sejak tahun 1970 ini terkenal dengan empal dagingnya yang empuk dan kaya rempah.

Selain empal, tersedia juga aneka jeroan seperti babat, lidah, koyor, hingga iso yang cocok disantap bersama nasi hangat.

  1. Sate Babi dan Bakmoy Ketandan
    Kuliner malam di kawasan Ketandan ini terkenal di kalangan pencinta makanan non-halal. Menu sate babi dan bakmoy hangat menjadi favorit karena memiliki cita rasa gurih dan tekstur daging yang lembut.

Biasanya pengunjung juga memesan es ronde atau sekoteng sebagai pelengkap.

  1. Gado-Gado Bu Hadi
    Gado-Gado Bu Hadi di Pasar Beringharjo menjadi salah satu kuliner legendaris yang sudah dikenal sejak lama.

Bumbu kacangnya terkenal legit dan kental, cocok dipadukan dengan sayuran segar, tahu, tempe, dan kerupuk.

  1. Sate Kere Beringharjo
    Sate kere menjadi jajanan khas yang banyak dicari wisatawan di sekitar Pasar Beringharjo. Sate ini dibuat dari lemak sapi yang dibakar dengan bumbu khas sehingga menghasilkan rasa gurih unik.

Meski sederhana, sate kere justru menjadi salah satu street food paling ikonik di Jogja karena harganya sangat murah.

  1. Lumpia Samijaya
    Lumpia Samijaya dikenal dengan ukuran besar dan isiannya yang melimpah. Lumpia ini berisi ayam, sayuran, dan telur puyuh yang disajikan dengan saus bawang putih khas.

Kuliner legendaris ini sudah ada sejak era 1970-an dan masih menjadi favorit wisatawan hingga sekarang.

Deretan kuliner di sekitar Malioboro membuktikan bahwa Jogja tidak pernah kehabisan tempat makan enak dengan harga terjangkau. Selain rasanya yang khas, suasana tradisional dan nuansa hangat khas Jogja menjadi alasan banyak wisatawan selalu rindu kembali mencicipi kuliner di kawasan ini.