5 Film Indonesia Tentang Perjuangan Perempuan yang Wajib Ditonton di Hari Kartini, Inspiratif dan Penuh Makna!

Genvoice.id | 21 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April merupakan momentum penting untuk merenungkan kembali semangat emansipasi yang diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini.

Selain upacara seremonial, salah satu cara bermakna untuk merayakan hari ini adalah dengan menyaksikan karya sinema yang menyoroti kekuatan, perjuangan, serta kompleksitas kehidupan perempuan di Indonesia.

Berikut adalah lima rekomendasi film pilihan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan pesan mendalam mengenai kesetaraan dan keadilan:

1. Kartini (2017)

Film biografi garapan Hanung Bramantyo ini merupakan pilihan utama untuk memahami sosok Kartini lebih dekat. Dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, film ini menggambarkan bagaimana Kartini berani mendobrak tradisi pingitan dan kasta sosial demi memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum perempuan di era kolonial.

2. Yuni (2021)

Karya sutradara Kamila Andini ini memotret realita pahit yang masih dihadapi banyak remaja perempuan di daerah. Yuni adalah siswi cerdas yang impian kuliahnya terancam oleh mitos serta tekanan sosial akibat rentetan lamaran pernikahan yang datang terlalu dini.

Sebuah film yang sangat relevan dalam membahas kebebasan memilih bagi perempuan.

3. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

Menghadirkan nuansa satire western di lanskap Sumba, film garapan Mouly Surya ini menampilkan Marsha Timothy sebagai sosok janda yang menuntut keadilan dengan caranya sendiri setelah mengalami kekerasan.

Film peraih 10 Piala Citra ini bicara sangat lantang mengenai keberanian perempuan dalam melawan penindasan.

4. Athirah (2016)

Disutradarai oleh Riri Riza, film ini merupakan biografi dari ibunda Jusuf Kalla. Athirah menonjolkan ketangguhan seorang istri dan ibu dalam menjaga martabat serta keutuhan keluarga saat menghadapi poligami.

Film ini mengajarkan bahwa kekuatan perempuan tidak selalu muncul melalui amarah, melainkan lewat kesabaran dan martabat yang teguh.

5. Perempuan Berkalung Sorban (2009)

Film ini menyoroti perjuangan Annisa (Revalina S. Temat) yang tumbuh di lingkungan pesantren konservatif.

Ia berupaya mempertanyakan tradisi dan batasan-batasan gender yang dianggap mengekang hak-hak perempuan untuk belajar dan memimpin. Sebuah karya berani yang mengupas irisan antara tradisi, agama, dan hak perempuan.

Kelima film di atas membuktikan bahwa sinema Indonesia memiliki peran besar dalam menyuarakan isu-isu krusial terkait perempuan.

Dengan menonton rekomendasi film Hari Kartini ini, diharapkan penonton dapat mengambil semangat juang yang pernah dikobarkan oleh RA Kartini untuk diterapkan di era modern.

Mari jadikan momen 21 April ini sebagai pengingat bahwa setiap perempuan memiliki hak untuk bermimpi, belajar, dan menentukan jalannya sendiri tanpa batas.