Boygroup Baru SM Entertainment Siap Debut, Bakal Pakai Teknologi AI Canggih Dan Trainee SMTR25
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gebrakan besar baru saja datang dari salah satu agensi raksasa Korea Selatan yang nggak pernah absen bikin heboh dunia K-Pop, Gen. SM Entertainment secara resmi mengumumkan rencana besar mereka untuk meluncurkan grup pria baru di tahun 2026 ini. Kabar ini tentu saja langsung bikin para fans K-Pop di seluruh dunia, termasuk kita di Indonesia, mendadak heboh dan penasaran tingkat dewa.
Gimana nggak, setelah sukses besar dengan debut RIIZE pada September 2023 lalu, SM seolah nggak mau kasih napas buat para penggemarnya dengan kembali menghadirkan talenta-talenta segar yang siap menggebrak panggung musik global. Proyek ini bukan cuma soal wajah baru yang ganteng dan berbakat saja, tapi SM juga punya rencana super ambisius untuk menggabungkan sistem produksi musik tradisional mereka dengan kecerdasan buatan atau AI yang sangat canggih.
Langkah ini tentu jadi bukti kalau SM emang nggak pernah berhenti berinovasi buat tetap jadi pemimpin di industri hiburan yang persaingannya makin gila-gilaan. Peta jalan yang mereka sebut sebagai "SM 3.0" ini bener-bener nunjukin kalau masa depan musik K-Pop bakal makin futuristik dan nggak terduga, Gen.
Info resmi mengenai rencana debut ini dibocorkan langsung lewat dua video yang diunggah di kanal YouTube perusahaan pada Selasa, 20 Januari 2026. Dalam video tersebut, para bos besar SM Entertainment, termasuk co-CEO Jang Cheol Hyuk dan Tak Young Jun, menjelaskan secara detail gimana arah baru perusahaan mereka ke depannya. Salah satu poin yang paling bikin netizen salfok adalah munculnya nama tim trainee pria SMTR25 yang disebut-sebut bakal jadi kandidat kuat buat ngisi line-up grup baru ini.
"Dengan menempatkan artis sebagai pusat dan secara fleksibel menugaskan tim kreatif yang paling optimal, kami bertujuan untuk mencapai pertumbuhan dan transformasi secara bersamaan," kata Tak menjelaskan visi baru agensi tersebut.
Buat kalian yang sudah nggak sabar pengen liat muka-muka calon idol baru ini, SM berencana buat ngenalin mereka secara pelan-pelan lewat acara variety show yang judul sementaranya adalah Reply High School. Lewat program ini, kita bakal bisa liat gimana perjuangan para trainee sebelum akhirnya resmi debut sebagai idol. Selain fokus di Korea, SM juga makin gencar memperkuat cengkraman globalnya dengan kerja sama bareng partner besar kayak Tencent Music Entertainment di Tiongkok dan True di Thailand. Mereka pengen menciptakan konten yang bener-bener disukai sama pasar lokal tapi tetep punya ciri khas SM yang unik.
Nggak cuma soal boygroup baru, SM juga bakal makin serius pakai teknologi AI buat urusan A&R (Artist and Repertoire). Teknologi ini bakal dipake buat nganalisis puluhan ribu lagu yang sudah dikumpulin SM selama 30 tahun terakhir buat nemuin mana lagu yang paling pas buat tiap artis mereka. Jang Cheol Hyuk bilang kalau SM punya keuntungan besar karena bisa pake teknologi AI dari Kakao, perusahaan induk mereka.
"SM memiliki keunggulan tersendiri karena mampu memanfaatkan kemampuan teknologi AI dari perusahaan induknya, Kakao, dan kami melihat potensi kuat untuk sinergi yang berarti di persimpangan lanskap K-pop yang berkembang pesat dan AI," kata Jang menjelaskan kecanggihan sistem baru mereka.
Lewat anak perusahaan penerbitan musik mereka, Kreation Music Rights (KMR), SM punya target besar buat jadi perusahaan penerbitan musik nomor satu dan paling dihormati di Asia dalam lima tahun ke depan. Dengan strategi yang bener-bener matang ini, kayaknya tahun 2026 bakal jadi tahunnya SM banget nih, Gen.
Menurut Gen, apakah penggunaan AI dalam produksi lagu K-Pop bakal bikin musiknya makin enak didengar atau justru malah bakal bikin lagu-lagu idol jadi kerasa kaku dan kehilangan sentuhan manusianya?