Ide Baru yang Mendobrak! Perunggu Hadirkan Kekacauan Seru ala Sinetron 2000-an di Video Musik “Pikiran Yang Matang”

Genvoice.id | 20 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID -  Perunggu kembali dengan kejutan yang tak disangka-sangka! Dalam video musik terbaru “Pikiran Yang Matang” yang rilis Senin (17/11/2025) pukul 18.55 WIB, trio indie rock ini menghadirkan nuansa yang mengingatkan pada opening sinetron 2000-an dan FTV era 2010-an. Semua itu diracik dalam konsep sengaja-usil yang dikembangkan sutradara Candra Aditya.

Band yang digawangi Maul Ibrahim, Adam Adenan, dan Ildo Hasman ini selama ini dikenal lewat karya yang sarat makna. Setiap video musik sebelumnya dibangun untuk memperdalam pesan lagu, merangkum perasaan dan konflik yang sedang mereka ceritakan. Namun kali ini, Perunggu memilih berbelok tajam dari gaya biasanya.

Lagu “Pikiran Yang Matang” berbicara tentang kedewasaan seseorang dalam menghadapi hiruk-pikuk media sosial. Namun video musiknya sama sekali tidak mengikuti alur makna itu. Tidak ada potongan lirik yang divisualkan. Tidak ada metafora yang ingin dikejar. Yang ada justru parade kekacauan yang sengaja dibuat untuk bersenang-senang.

Candra Aditya merangkai elemen-elemen khas FTV dan sinetron dengan cara yang hampir acak, tapi justru menghadirkan pengalaman menonton yang sulit untuk tidak diikuti sampai selesai. Dalam durasi 3 menit 22 detik, penonton disuguhi superhero, pocong, orang tua antagonis, hingga berbagai konflik dramatis khas layar kaca yang digabung tanpa aturan.

Perunggu seperti membuka kotak nostalgia yang kocak, mengacak-ngacak genre, lalu membiarkan semua berbaur dalam satu cerita absurd. Hasilnya adalah video musik yang terasa segar bagi siapa pun yang sudah akrab dengan lagu “Pikiran Yang Matang”.

Dalam dua jam penayangan di kanal YouTube resmi Perunggu, video ini sudah ditonton 7.631 kali dan disambut ramai oleh Merunggu, sebutan untuk para penggemar band tersebut. Komentar bermunculan, sebagian terkejut, sebagian terhibur, dan sebagian lainnya menikmati keberanian Perunggu mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda.

Dengan konsep yang tak terduga ini, Perunggu menunjukkan bahwa mereka tak hanya ahli merangkai perasaan lewat musik, tapi juga mampu menertawakan diri mereka sendiri—dan mengajak penonton ikut bersenang-senang di dalamnya.