Jelang Konser Kanye West di GBK, 15 Lagunya Diaransemen dengan Musik Tradisional Indonesia
JAKARTA, GENVOICE.ID - Karya musik Kanye West atau YE mendapat sentuhan berbeda melalui pertunjukan Tunnel Vision: An Ode to Ye di terowongan SCBD, Jakarta. Acara yang digelar Raw Vision Collective tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menjelang konser YE Live in Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 24 Oktober 2026.
Pertunjukan ini menghadirkan perpaduan paduan suara kontemporer dengan sejumlah instrumen tradisional Indonesia, termasuk gendang. Konsep tersebut membuat karya-karya YE mendapatkan warna musikal baru dengan menggabungkan elemen modern dan kekayaan musik tradisional Indonesia.
Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, mengatakan acara tersebut dibuat untuk menyambut antusiasme penggemar menjelang konser YE di Jakarta. Pertunjukan itu sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara musisi internasional dan talenta Indonesia.
"Antusiasme menuju YE Live in Jakarta 2026 semakin terasa, dan kami ingin menyambutnya dengan menghadirkan pengalaman yang juga memberi sesuatu yang berbeda bagi para penggemar. Melalui 'Tunnel Vision: An Ode to Ye', kami ingin mempertemukan musisi internasional dan talenta Indonesia dalam sebuah pertunjukan yang mengeksplorasi karya-karya YE lewat pendekatan musikal yang baru dan unik," ujar Karen.
15 Lagu Kanye West Dapat Aransemen Baru
Pertunjukan Tunnel Vision: An Ode to Ye berada di bawah arahan musikal Tony Williams, vokalis sekaligus produser asal Amerika Serikat yang pernah meraih Grammy Award. Tony Williams juga dikenal memiliki sejarah kolaborasi dengan YE sejak album The College Dropout.
Dalam pertunjukan tersebut, Tony Williams memimpin kolaborasi bersama Dre Synth, Glorify TLE, dan penyanyi Indonesia Angel Pieters. Mereka menghadirkan interpretasi baru terhadap 15 lagu ikonik YE dengan memasukkan unsur musik modern serta instrumen tradisional Indonesia.
Sejumlah lagu yang dibawakan dalam pertunjukan tersebut antara lain "FourFiveSeconds", "CARNIVAL", "Street Lights", "Moon", dan "Ghost Town". Lagu-lagu tersebut diaransemen ulang sehingga pendengar dapat menikmati karya yang sudah dikenal dengan pendekatan musikal berbeda.
Perpaduan tersebut menjadi bagian dari eksplorasi untuk mempertemukan karakter musik YE dengan elemen tradisional Indonesia. Kehadiran instrumen seperti gendang memberikan identitas tersendiri dalam pertunjukan yang digelar menjelang konser utama YE di Jakarta.
Konser YE di GBK Gunakan Panggung 360 Derajat
Tunnel Vision: An Ode to Ye menjadi salah satu kegiatan yang digelar menjelang konser YE Live in Jakarta 2026. Konser utama tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama GBK pada 24 Oktober 2026 dengan konsep panggung Globe Stage.
Panggung akan ditempatkan di tengah stadion dengan desain 360 derajat. Konsep tersebut memungkinkan penonton menikmati penampilan dari berbagai sisi sehingga pengalaman menyaksikan konser tidak hanya berpusat pada satu arah panggung.
Konser ini juga dipersiapkan dengan berbagai elemen produksi, mulai dari tata cahaya, visual, sistem audio hingga piroteknik. Seluruh elemen tersebut akan dipadukan untuk menciptakan pengalaman pertunjukan yang lebih menyeluruh bagi para penonton.
Menurut Raw Vision Collective, sekitar 20.000 penggemar internasional telah membeli tiket dan diperkirakan hadir dalam konser tersebut. Kedatangan penggemar dari berbagai negara diharapkan turut memberikan dampak positif bagi Indonesia.
Tiket Konser YE Live in Jakarta
Penggemar yang ingin menyaksikan YE Live in Jakarta 2026 dapat memperoleh tiket melalui situs resmi yang disediakan penyelenggara. Calon penonton juga diimbau membeli tiket melalui kanal resmi untuk memastikan tiket yang diperoleh merupakan tiket asli.
Konser pada 24 Oktober 2026 tersebut menjadi salah satu agenda musik yang telah dinantikan penggemar YE di Indonesia maupun mancanegara. Sebelum konser berlangsung, Tunnel Vision: An Ode to Ye memberikan pengalaman berbeda melalui perpaduan karya Kanye West dengan unsur musik tradisional Indonesia.