Wacana CFD Jakarta Digelar Sabtu-Minggu Makin Serius, Pemprov DKI Jakarta Masih Kaji

Genvoice.id | 20 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji wacana pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) pada Sabtu dan Minggu. Jika diterapkan, kebijakan tersebut akan menambah satu hari pelaksanaan CFD yang selama ini rutin digelar setiap Minggu.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan usulan CFD dua kali dalam sepekan masih dibahas di internal Pemprov DKI. Menurutnya, keputusan tidak akan diambil secara terburu-buru karena sejumlah ruas jalan yang menjadi lokasi CFD merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat Jakarta.

Pemprov DKI Masih Kaji Usulan CFD Sabtu

Usulan pelaksanaan CFD dua hari sebelumnya disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat. Pramono mengatakan usulan tersebut dinilai masuk akal, tetapi perlu dikaji lebih dalam dengan mempertimbangkan berbagai dampak yang mungkin muncul.

"Yang pertama, saya sudah membaca usulan tersebut dan sebenarnya usulan itu cukup rasional. Maka di internal Balai Kota, kami sudah melakukan pembahasan. Nanti pada saatnya tentunya kita putuskan," kata Pramono di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Pramono menegaskan kajian tersebut tidak hanya melihat manfaat CFD bagi kesehatan dan aktivitas warga. Pemprov DKI juga akan mempertimbangkan masyarakat yang terdampak akibat adanya penutupan sejumlah ruas jalan ketika kegiatan berlangsung.

"Maka saya minta sekarang ini didalami, dipelajari apa yang menjadi usulan untuk dua hari, dan juga tentunya kita tanyakan kepada warga. Jangan sampai keinginannya untuk membuat warga sehat ternyata malah membuat warga tidak sehat," ungkapnya.

Lokasi CFD Sabtu Belum Diputuskan

Selain jadwal, Pemprov DKI juga masih mempertimbangkan lokasi yang akan digunakan jika CFD pada Sabtu benar-benar diterapkan. Pramono menyebut kawasan Sudirman-Thamrin dan Jalan Rasuna Said tidak dapat secara bersamaan menjadi lokasi CFD pada hari yang sama karena keduanya memiliki aktivitas perkantoran, hotel, dan pertokoan yang perlu diperhitungkan.

"Saya mengkaji secara serius usulan Bapak Menteri Lingkungan Hidup untuk Sabtu-Minggu. Tetapi kalau kemudian hari Sabtu kedua-duanya, apakah itu yang diatur oleh pemerintah pusat di Rasuna Said dan apa di Sudirman-Thamrin ini, tentunya nggak bisa dua-duanya, harus salah satu," jelas Pramono.

Wacana lokasi CFD Sabtu juga mendapat masukan dari masyarakat yang mengikuti kegiatan CFD. Salah satu warga, Reza (40), mengusulkan kawasan Senayan karena menurutnya area tersebut memiliki lebih banyak pilihan aktivitas dibandingkan kawasan Bundaran HI.

"Salah satu, Senayan kali ya. Lebih banyak pilihannya. Dibanding HI kan situ doang. Kalau GBK kita kan bisa ke stadionnya, dalamnya kan, hutan kotanya ada, ya kan? Lebih banyak pilihannya," ujar Reza, Minggu (20/9/2026).

DPRD DKI Usul CFD Sabtu-Minggu Diuji Coba

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta M Taufik Zoelkifli mengusulkan agar pelaksanaan CFD dua hari tidak langsung diberlakukan secara permanen. Menurutnya, Pemprov DKI dapat melakukan uji coba terlebih dahulu selama dua hingga tiga bulan sebelum menentukan kelanjutan kebijakan.

"Saran saya adalah bagaimana caranya kita uji coba dulu ya, dalam 3 bulan atau dalam 2 bulan ya, CFD 2 hari Sabtu Minggu," kata Taufik, Minggu (20/9/2026).

Taufik mengatakan hasil uji coba nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat dampak pelaksanaan CFD dua hari. Ia menyebut kebijakan tersebut berpotensi memberikan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan.

"Nah, kemudian dievaluasi, kemudian dilihat plus minusnya, kalau memang lebih banyak manfaatnya, maka silakan kita terapkan CFD 2 hari yaitu Sabtu dan Minggu. Tapi, kalau ternyata kurang tidak terlalu signifikan manfaatnya, maka tentu saja tidak perlu dilanjutkan," jelasnya.

Dampak Lalu Lintas Jadi Perhatian

Pelaksanaan CFD pada Sabtu juga dinilai perlu mempertimbangkan kondisi lalu lintas karena tidak semua masyarakat berhenti bekerja atau beraktivitas pada akhir pekan. Penutupan ruas jalan untuk kegiatan CFD berpotensi memengaruhi mobilitas warga, terutama di kawasan yang masih memiliki aktivitas perkantoran dan bisnis.

"Akan tetapi kemudian ada hal lain dari itu ya, bahwa kalau 2 hari itu Sabtu tidak tidak semua orang rest atau istirahat bekerja ya, ada kantor-kantor yang masih buka, ya, jadi kemudian kemungkinan akan ada lalu lintas yang terganggu juga, artinya kalau CFD kan berarti ada ruas-ruas jalan yang tutup," ungkap Taufik.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo juga meminta agar persiapan pelaksanaan CFD Sabtu melibatkan berbagai pihak yang terdampak. Menurutnya, pengguna jalan, warga sekitar, pelaku usaha, dan peserta CFD perlu mendapatkan informasi mengenai skema yang akan diterapkan sejak awal.

"Skema ini wajib disosialisasikan lebih awal agar masyarakat dan pelaku usaha dapat menyesuaikan aktivitasnya, sehingga CFD dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan dengan pengguna jalan lainnya," kata Rio.

Warga Beri Masukan soal CFD Dua Hari

Di tengah kajian Pemprov DKI, sejumlah warga menyampaikan pandangan mengenai kemungkinan CFD digelar pada Sabtu dan Minggu. Reza menilai pelaksanaan dua hari dapat membantu membagi kepadatan peserta, sedangkan Ika (39) dan Ayu (35) mengusulkan kawasan Sudirman karena dinilai menawarkan lebih banyak pilihan jajanan.

Ayu juga menilai pelaksanaan CFD selama dua hari dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Selain menjadi ruang aktivitas fisik, CFD dinilai dapat menjadi salah satu kegiatan akhir pekan sekaligus membantu mengurangi paparan polusi kendaraan di kawasan yang ditutup sementara.

Dengan berbagai masukan tersebut, Pemprov DKI masih perlu menyelesaikan kajian sebelum menentukan apakah CFD akan ditambah menjadi dua hari dalam sepekan. Keputusan nantinya juga akan mempertimbangkan lokasi pelaksanaan, dampak terhadap lalu lintas, aktivitas warga dan pelaku usaha, serta hasil masukan dari masyarakat.