Mourinho Ungkap Cara Jitu Jinakkan Mbappe dan Bellingham di Real Madrid

Genvoice.id | 20 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, menangani pemain bintang dengan kualitas luar biasa bukan pekerjaan sederhana. Apalagi ketika seorang pelatih harus mengelola beberapa pemain yang sama-sama punya status superstar dan menjadi pusat perhatian. Situasi itulah yang kini dihadapi Jose Mourinho setelah dipercaya menangani Real Madrid. Dua nama besar seperti Kylian Mbappe dan Jude Bellingham menjadi bagian penting dari proyeknya untuk mengembalikan Los Blancos ke jalur juara.

Mourinho datang membawa tugas besar. Real Madrid disebut ingin kembali membangun mental pemenang setelah melewati dua musim tanpa trofi. Namun, pekerjaan tersebut tidak sekadar soal menentukan formasi atau strategi pertandingan. Mourinho juga harus menemukan cara agar Mbappe, Bellingham, dan Vinicius Junior bisa bermain bersama tanpa membuat salah satu dari mereka kehilangan kelebihan masing-masing.

Menariknya, pelatih asal Portugal tersebut sudah memberikan sedikit gambaran mengenai bagaimana dirinya akan memperlakukan para pemain kelas dunia. Dalam wawancara bersama El Chiringuito, Mourinho menyinggung performa Mbappe dan Bellingham saat tampil di Piala Dunia sekaligus menjelaskan prinsipnya ketika bekerja dengan pemain terbaik.

Mourinho Tak Mau Mengubah Karakter Bintang

Menurut Mourinho, pemain dengan kemampuan luar biasa justru tidak seharusnya dipaksa meninggalkan identitas permainan mereka. Tugas seorang pelatih adalah menemukan cara agar kualitas individu tersebut bisa menyatu dengan kebutuhan tim.

Mourinho memberikan pujian tinggi terhadap penampilan Bellingham dan Mbappe di Piala Dunia.

"Apa yang dilakukan Jude Bellingham dan Kylian Mbappe di Piala Dunia sungguh luar biasa. Jude menjalani turnamen yang luar biasa dan Mbappe mencetak sejarah," ujar Mourinho.

Setelah memberikan apresiasi tersebut, Mourinho menjelaskan prinsip yang menurutnya penting ketika menangani pemain terbaik.

"Ketika Anda bekerja dengan yang terbaik, Anda harus membuat yang terbaik ini mampu, dalam dinamika tim, menjadi diri mereka sendiri. Mereka harus menjadi diri mereka sendiri."

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Mourinho tidak berniat menghilangkan gaya bermain para pemain bintangnya. Sebaliknya, ia ingin kemampuan alami mereka tetap muncul di lapangan, tetapi diarahkan supaya memberikan dampak maksimal untuk Real Madrid.

Mbappe dan Bellingham Diberi Ruang

Pendekatan seperti ini cukup menarik karena Mourinho selama ini dikenal sebagai pelatih yang memiliki standar disiplin tinggi. Ia sangat memperhatikan detail dalam persiapan tim dan menuntut pemain untuk bekerja keras demi hasil pertandingan.

Namun, ketika pertandingan berlangsung, Mourinho tampaknya memahami bahwa pemain tertentu membutuhkan ruang untuk mengambil keputusan sendiri.

Mbappe merupakan pemain yang sangat mengandalkan kecepatan, pergerakan, dan kemampuan menyelesaikan peluang. Sementara itu, Bellingham memiliki karakter berbeda karena bisa bergerak dari lini tengah, masuk ke area pertahanan lawan, sekaligus menciptakan peluang.

Dengan karakter tersebut, terlalu banyak batasan justru berpotensi membuat kemampuan mereka tidak keluar secara maksimal. Mourinho tampaknya ingin menghindari hal tersebut.

Pelatih berusia asal Portugal itu juga memiliki pengalaman menangani sejumlah pemain besar. Ketika sebelumnya berada di Real Madrid, Mourinho pernah memaksimalkan kemampuan Cristiano Ronaldo dan Mesut Ozil. Ia juga pernah mendapatkan kontribusi penting dari pemain seperti John Terry dan Frank Lampard ketika menangani Chelsea.

Misi Besar Mourinho di Real Madrid

Tantangan terbesar Mourinho bukan hanya membuat Mbappe dan Bellingham tampil bagus secara individu. Ia harus memastikan seluruh pemain tersebut bisa bekerja dalam sistem yang sama.

Real Madrid memiliki tiga pemain dengan daya ledak tinggi dalam diri Mbappe, Bellingham, dan Vinicius. Ketiganya punya karakter berbeda sehingga menemukan keseimbangan menjadi pekerjaan penting bagi Mourinho.

Jika ketiga pemain tersebut bisa menjalankan peran masing-masing tanpa kehilangan kebebasan bermain, Madrid berpotensi memiliki lini serang yang sangat berbahaya. Sebaliknya, jika mereka justru saling mengambil ruang, kualitas individu yang besar bisa saja tidak menghasilkan permainan tim yang maksimal.

Karena itu, filosofi Mourinho menjadi salah satu hal menarik untuk dinantikan. Ia tampaknya tidak ingin memaksa para superstar bermain dengan pola yang terlalu kaku.

Mourinho ingin Mbappe tetap menjadi Mbappe, Bellingham tetap menjadi Bellingham, dan para pemain bintang lainnya tetap menunjukkan karakter terbaiknya. Bedanya, seluruh kualitas tersebut harus diarahkan untuk satu tujuan: mengembalikan Real Madrid sebagai tim yang kembali lapar gelar.