George Russell Pasang Badan untuk Kimi Antonelli, Tegaskan Mercedes Masih Percaya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Performa Kimi Antonelli belakangan ini memang menuai sorotan. Pembalap muda asal Italia itu memulai musim debutnya bersama Mercedes dengan cukup menjanjikan, mencatat lima finis di posisi enam besar dari enam seri pertama. Namun memasuki paruh tengah musim, konsistensinya menurun drastis.
Sejak podium perdananya di GP Kanada, Antonelli kesulitan meraih poin. Bahkan di beberapa seri Eropa ia gagal menembus 10 besar, hingga hanya finis ke-10 di Hungaria sebelum jeda musim panas. Antonelli sendiri mengaku kehilangan rasa percaya diri dengan mobil W15, sementara Mercedes juga tidak menutup mata bahwa arah pengembangan mobil mereka sempat salah.
Meski begitu, George Russell memberikan pembelaan untuk rekan setim mudanya itu. Menurutnya, hasil balapan bukan cerminan akurat dari performa Antonelli. "Kalau dilihat dari sisi objektif, sebenarnya ia berkembang. Gap catatan waktunya justru makin mengecil dibanding awal musim," ujar Russell kepada media.
Russell mencontohkan situasi berbeda yang dialami Antonelli. "Di Kanada, ketika saya pole position, ia berada di urutan keempat dengan selisih lebih dari setengah detik. Tapi di Spa, gap kami hanya tiga persepuluh detik. Bedanya, di F1, selisih tiga persepuluh itu bisa menentukan apakah Anda masuk Q3 atau tersingkir di Q1," jelasnya.
Russell juga membongkar pesan penting yang sudah disampaikan Mercedes kepada Antonelli. Tim menegaskan bahwa sang rookie tidak perlu khawatir dengan minimnya poin belakangan ini. "Tim sudah sangat jelas mengatakan bahwa ia tak perlu fokus ke hasil akhir. Dengan pengalaman yang ia punya sekarang, Kimi sudah melakukan pekerjaan bagus," tambahnya.
Antonelli, yang baru berusia 18 tahun, memang digadang-gadang sebagai salah satu bintang masa depan Formula 1. Ia dipromosikan ke kursi Mercedes menggantikan Lewis Hamilton yang pindah ke Ferrari, sehingga tekanan besar tak terhindarkan. Namun Russell menilai masalah utama justru ada pada mobil. "Mobil ini membawa kami berdua ke belakang. Sulit diterima, tapi itulah kenyataannya," katanya.
Bagi Mercedes, mempertahankan kepercayaan Antonelli adalah hal krusial. Mereka sadar, mengembangkan pembalap muda membutuhkan kesabaran, terutama saat performa tim secara keseluruhan juga belum kompetitif. Dengan dukungan penuh dari Russell dan manajemen, Antonelli diharapkan bisa kembali menemukan kepercayaan diri untuk menutup musim dengan lebih kuat.
Kini, semua mata tertuju ke paruh kedua musim. Mampukah Antonelli bangkit dan membuktikan kualitasnya sebagai penerus tradisi panjang Mercedes di F1?