Profil Pau Cubarsi, Bek Muda Spanyol Sekaligus Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pau Cubarsi menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Bek tengah berusia 19 tahun itu dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik turnamen setelah tampil konsisten sepanjang perjalanan La Roja hingga mengangkat trofi juara.
Penghargaan tersebut menjadi bukti penampilan impresif Cubarsi di lini pertahanan. Meski usianya masih sangat muda, ia mampu menunjukkan ketenangan, kecerdasan membaca permainan, dan kedewasaan yang membuatnya dipercaya sebagai pilihan utama pelatih Luis de la Fuente.

Pau Cubarsi Paredes lahir di Bescanó, Spanyol, pada 22 Januari 2007. Ia mengawali karier sepak bolanya bersama Girona sebelum bergabung dengan akademi Barcelona, La Masia, yang dikenal sebagai tempat lahirnya banyak pemain bintang dunia.
Bakatnya berkembang pesat hingga akhirnya mendapat kesempatan menjalani debut bersama tim utama Barcelona pada 18 Januari 2024. Saat itu, Blaugrana masih ditangani Xavi Hernandez yang memberikan kepercayaan kepada Cubarsi bahkan sebelum sang pemain genap berusia 17 tahun.
Pada musim pertamanya bersama tim senior, Cubarsi mencatatkan 24 penampilan di semua kompetisi, termasuk 19 laga di La Liga. Performa tersebut menjadi awal dari perjalanannya sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan di Eropa.
Musim berikutnya menjadi titik lonjakan kariernya. Cubarsi tampil dalam 56 pertandingan bersama Barcelona dan berhasil mengamankan posisi sebagai bek utama. Penampilannya yang stabil membuat Luis de la Fuente memanggilnya ke tim nasional Spanyol.
Cubarsi melakoni debut bersama La Roja pada Maret 2024. Sejak saat itu, ia terus berkembang hingga menjadi salah satu pemain yang tak tergantikan di skuad Spanyol. Sepanjang 2026, ia mencatatkan 10 penampilan bersama tim nasional, termasuk delapan pertandingan di Piala Dunia.
Di Piala Dunia 2026, Cubarsi selalu bermain penuh selama delapan laga dengan total 720 menit di lapangan. Konsistensinya di jantung pertahanan menjadi salah satu faktor penting yang membawa Spanyol meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.
Selain kokoh dalam bertahan, Cubarsi juga menunjukkan kualitasnya saat menguasai bola. Sebagai bek tengah, ia mencatatkan akurasi umpan mencapai 96 persen sepanjang turnamen, membuktikan kemampuannya membangun serangan dari lini belakang.
Penampilan terbaiknya terlihat pada partai final melawan Argentina. Menghadapi sederet pemain berpengalaman, termasuk Lionel Messi, Cubarsi tampil sangat tenang. Ia berhasil mencatatkan 115 umpan sukses dari 117 percobaan, sekaligus membukukan tiga sapuan dan dua tekel yang seluruhnya berhasil dilakukan dengan sempurna.
Keputusan-keputusan yang diambilnya sepanjang pertandingan juga mendapat banyak pujian. Alih-alih mengandalkan permainan keras, Cubarsi lebih mengutamakan pembacaan situasi, penempatan posisi, dan antisipasi untuk menghentikan serangan lawan.
Berkat performa luar biasa tersebut, FIFA menganugerahkan penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 kepada Pau Cubarsi. Gelar individu itu melengkapi keberhasilannya membawa Spanyol menjadi juara dunia dan semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu bek muda terbaik dalam sepak bola saat ini.
Dengan usia yang masih 19 tahun, Cubarsi diprediksi akan menjadi pilar utama Barcelona dan tim nasional Spanyol dalam beberapa tahun ke depan. Perkembangan pesat yang ditunjukkannya membuat banyak pihak menilai ia memiliki potensi untuk menjadi salah satu bek terbaik dunia di generasinya.