Daftar 10 Mata Uang Terkuat dan Terlemah di Dunia 2026: Dinar Kuwait Teratas, Rupiah Posisi Berapa?
JAKARTA, GENVOICE.ID -Nilai tukar mata uang kerap menjadi indikator utama yang mencerminkan ketangguhan ekonomi suatu negara di kancah global.
Menariknya, meski dolar Amerika Serikat (AS) memegang kendali sebagai mata uang yang paling banyak diperdagangkan dan menjadi cadangan devisa global, status mata uang tertinggi atau terkuat di dunia saat ini justru dipegang oleh negara lain.
Sebaliknya, beberapa negara harus menghadapi kenyataan pahit di mana nilai mata uang mereka merosot tajam akibat berbagai faktor, mulai dari gejolak politik, inflasi yang membubung tinggi, hingga jeratan utang luar negeri.
Berdasarkan data terbaru dari Forbes Advisor 2026 yang dirilis awal Mei, berikut adalah peta kekuatan mata uang global yang dibagi menjadi dua kategori: 10 mata uang terkuat dan 10 mata uang terlemah di dunia.
Daftar 10 Mata Uang Terkuat di Dunia
Dominasi posisi puncak mata uang terkuat di dunia saat ini dikuasai oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah, khususnya karena ditopang oleh kekayaan komoditas minyak dan gas bumi.
1. Dinar Kuwait (KWD)
Menjadi mata uang nomor satu dengan nilai tertinggi di dunia. Kekayaan Kuwait yang melimpah sebagai salah satu eksportir minyak utama menjadi motor penggerak stabilitas mata uangnya. Saat ini, 1 KWD setara dengan 275,41 Rupee India (INR).
2. Dinar Bahrain (BHD)
Berada di posisi kedua, mata uang negara kepulauan di Teluk Persia ini nilainya dipatok terhadap dolar AS. Pendapatan utama dari ekspor migas membuat 1 BHD setara dengan 225,26 INR.
3. Rial Oman (OMR)
Terletak di ujung Semenanjung Arab, Oman mengamankan posisi ketiga berkat kekuatan ekspor minyaknya. Nilai 1 OMR saat ini setara dengan 220 INR.
4. Dinar Yordania (JOD)
Meski tidak memiliki kekayaan migas melimpah seperti tetangganya dan menghadapi pertumbuhan ekonomi yang cenderung lambat, kebijakan mematok mata uang terhadap dolar AS berhasil membuat 1 JOD setara dengan 119,46 INR.
5. Pound Inggris (GBP)
Mata uang resmi Inggris ini menduduki peringkat kelima dunia. Sebagai salah satu negara dengan PDB terbesar, nilai Pound Inggris dibiarkan mengambang bebas di pasar tanpa dipatok ke mata uang lain. Nilai 1 GBP setara dengan 107,51 INR.
6. Pound Gibraltar (GIP)
Sebagai wilayah seberang laut Inggris yang terletak di selatan Spanyol, Gibraltar menggunakan mata uang yang nilainya dipatok setara (1:1) dengan Pound Inggris. Karena itu, nilainya juga sama, yaitu 1 GIP setara 107,51 INR.
7. Dolar Kepulauan Cayman (KYD)
Terkenal sebagai salah satu pusat keuangan lepas pantai (tax haven) di Karibia, wilayah teritorial Inggris ini memiliki mata uang yang dipatok ke dolar AS dengan nilai 1 KYD setara 102,49 INR.
8. Franc Swiss (CHF)
Dikenal luas sebagai mata uang investasi aman (safe haven) berkat stabilitas politik dan ekonomi Swiss yang luar biasa. Saat ini, nilai 1 CHF setara dengan 95,54 INR.
9. Euro (EUR)
Menjadi mata uang resmi yang digunakan oleh negara-negara anggota Zona Euro. Nilai tukarnya bergerak bebas di pasar global dengan catatan 1 EUR setara 89,04 INR.
10 Dolar Amerika Serikat (USD)
Meskipun berada di urutan ke-10 dalam hal nilai nominal per unitnya (1 USD setara 84,70 INR), Dolar AS tetap menjadi mata uang paling berpengaruh di dunia, digunakan sebagai standar harga komoditas global, serta menjadi alat pembayaran sah di beberapa negara lain.
Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia
Di sisi lain, daftar mata uang terbawah di dunia diukur berdasarkan nilai tukarnya terhadap satu Dolar AS ($1). Mayoritas negara dalam daftar ini tengah berjuang melewati krisis ekonomi yang kompleks.
1. Rial Iran (IRR)
Menjadi mata uang dengan nilai terendah di dunia saat ini akibat hantaman sanksi ekonomi internasional yang berkepanjangan serta ketegangan geopolitik yang melibatkan Israel dan AS. Saat ini, $1 AS setara dengan 1.315.000 IRR.
2. Pound Libanon (LBP)
Krisis perbankan, inflasi yang tak terkendali, pengangguran tinggi, serta ketidakstabilan politik membuat nilai mata uang Libanon ambruk, di mana $1 AS setara dengan 89.432,68 LBP.
3. Dong Vietnam (VND)
Nilai mata uang Vietnam melemah akibat adanya pembatasan pada perdagangan luar negeri, perlambatan tren ekspor, serta pengaruh dari tingginya suku bunga di Amerika Serikat. Saat ini, $1 AS setara dengan 26.319,32 VND.
4. Kip Laos (LAK)
Sebagai negara yang tidak memiliki garis pantai, Laos menghadapi tantangan berat berupa pertumbuhan ekonomi yang lambat, inflasi tinggi, dan beban utang luar negeri yang menumpuk. Kini, $1 AS setara dengan 21.971,71 LAK.
5. Rupiah Indonesia (IDR)
Meski merupakan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara berdasarkan PDB dan kaya akan komoditas, Rupiah menempati posisi kelima terlemah akibat kombinasi inflasi serta kecemasan pasar terhadap risiko resesi global. Saat ini, $1 AS setara dengan 17.420,04 IDR.
6. Som Uzbekistan (UZS)
Meskipun pemerintah setempat gencar melakukan berbagai reformasi ekonomi, Uzbekistan masih dibayangi oleh masalah klasik seperti inflasi, tingkat pengangguran, serta korupsi. Saat ini, $1 AS setara dengan 11.999,98 UZS.
7. Franc Guinea (GNF)
Ketidakstabilan politik akibat keterlibatan militer, inflasi yang tinggi, serta beban sosial dari arus pengungsi negara tetangga membuat mata uang Guinea terpuruk, dengan nilai $1 AS setara dengan 8.777,58 GNF.
8. Franc Burundi (BIF)
Perekonomian negara Afrika Timur ini sangat bergantung pada sektor pertanian, khususnya ekspor kopi dan teh. Nilai mata uangnya berada di papan bawah dengan konversi $1 AS setara dengan 2.983,24 BIF.
9. Ariary Madagaskar (MGA)
Sebagai negara kepulauan yang mengandalkan sektor agrikultur seperti vanila dan cengkeh serta pertambangan, kondisi ekonominya belum mampu mendongkrak nilai mata uang lokal, membuat $1 AS setara dengan 4.162,26 MGA.
10. Guarani Paraguay (PYG)
Daftar ini ditutup oleh Paraguay, negara produsen kedelai dan daging sapi di Amerika Selatan. Mata uangnya terus tertekan oleh tingginya angka inflasi, kasus korupsi, serta maraknya peredaran uang palsu, sehingga $1 AS setara dengan 6.218,18 PYG.
Pada akhirnya, tinggi rendahnya nilai nominal suatu mata uang terhadap Dolar AS tidak selalu mencerminkan daya beli masyarakat di dalam negeri secara keseluruhan.
Namun, daftar ini memberikan gambaran jelas bagaimana dinamika geopolitik, inflasi, dan kebijakan perdagangan global secara konstan terus mengubah peta kekuatan ekonomi negara-negara di dunia.