7 Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri Sesuai Ajaran Nabi: Dari Mandi Hingga Sarapan Kurma
JAKARTA, GENVOICE.ID -Menyambut hari raya Idul Fitri 2026, penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui amalan sunnah sebelum sholat Ied.
Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai adab, mulai dari mandi sunnah Idul Fitri hingga anjuran untuk sarapan kurma sebelum berangkat.
Dengan menjalankan tujuh sunnah sholat Idul Fitri ini, kita tidak hanya mengikuti teladan Nabi, tetapi juga menyempurnakan kegembiraan di hari kemenangan. Simak panduan lengkap amalan pagi hari raya agar ibadah kamu semakin berkah.
1. Mandi Sunnah Hari Raya
Berbeda dengan mandi biasa, mandi di pagi Idul Fitri memiliki nilai ibadah. Disarankan untuk membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut hingga kaki. Jangan lupa mengawali dengan niat:
"Nawaitu ghusla 'îdil fithri sunnatan lillâhi ta'âlâ" (Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah).
2. Menggunakan Pakaian Terbaik dan Wangi-wangian
Gunakan pakaian paling rapi, bersih, dan terbaik yang Anda miliki. Bagi kaum laki-laki, sangat dianjurkan untuk memakai parfum agar tampil segar saat bersosialisasi dengan jamaah lainnya.
3. Sarapan Terlebih Dahulu (Wajib Makan)
Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri kita justru dilarang berpuasa sebelum sholat. Rasulullah SAW terbiasa menyantap kurma dalam jumlah ganjil sebelum berangkat. Menyengaja tidak makan sebelum sholat Ied hukumnya adalah makruh, karena makan pagi ini adalah simbol bahwa bulan Ramadhan telah resmi berakhir.
4. Mengumandangkan Takbir di Perjalanan
Isilah perjalanan menuju tempat sholat dengan lantunan takbir, tahmid, dan tahlil. Teruslah mengagungkan kebesaran Allah SWT hingga imam memulai sholat (takbiratul ihram).
5. Berjalan Kaki Menuju Lokasi Sholat
Jika kondisi fisik memungkinkan dan jaraknya terjangkau, berjalan kaki jauh lebih utama daripada menggunakan kendaraan. Hal ini merujuk pada kebiasaan Sayyidina Ali RA yang menegaskan bahwa berjalan kaki menuju tempat sholat Ied adalah bagian dari sunnah Nabi SAW.
6. Mengambil Rute Berangkat dan Pulang yang Berbeda
Rasulullah SAW selalu menempuh jalan yang berbeda saat pergi dan kembali dari tempat sholat. Tujuannya sangat mulia, yaitu agar kita bisa berpapasan, menebar senyum, dan bersilaturahmi dengan lebih banyak orang di rute yang berbeda.
7. Mengajak Seluruh Anggota Keluarga
Idul Fitri adalah syiar kegembiraan bagi semua. Ajaklah anak-anak dan kaum wanita untuk memeriahkan suasana di tempat sholat. Bahkan bagi wanita yang sedang berhalangan (haid), tetap dianjurkan hadir untuk mendengarkan khutbah dan merasakan suasana kemenangan bersama-sama.
Semoga dengan menjalankan sunnah-sunnah ini, ibadah kita di hari kemenangan menjadi lebih sempurna dan diterima oleh Allah SWT. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Selamat merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta di rumahmu!