5 Tradisi Unik Jelang Lebaran Ini Bikin Kangen Kampung Halaman! Nomor 1 Paling Bikin Haru

Genvoice.id | 20 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Idulfitri di Indonesia selalu terasa istimewa. Bukan hanya karena momen kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga karena beragam tradisi khas yang menyertainya. Dari Sabang sampai Merauke, masyarakat memiliki cara unik untuk menyambut hari besar ini dan semuanya sarat makna kebersamaan serta rasa syukur.

Tradisi-tradisi ini bahkan sudah berlangsung selama ratusan tahun dan tetap lestari hingga sekarang.

1. Nganteuran, Tradisi Berbagi yang Penuh Kehangatan

Di beberapa daerah Jawa Barat, ada tradisi bernama Nganteuran. Sesuai namanya yang berarti "mengantar", masyarakat saling mengirimkan makanan kepada keluarga, orang tua, hingga tetangga.

Biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum Lebaran, makanan dibawa menggunakan rantang berisi berbagai lauk khas. Lebih dari sekadar berbagi hidangan, tradisi ini menjadi simbol eratnya silaturahmi dan rasa kasih sayang antar sesama.

2. Meriam Karbit, Dentuman Meriah Sambut Lebaran

Berbeda lagi dengan suasana di Pontianak. Di sana, masyarakat menyambut Idulfitri dengan tradisi meriam karbit yang sudah berlangsung sejak lama.

Dentuman meriam yang menggema di sepanjang Sungai Kapuas menciptakan suasana meriah. Awalnya, tradisi ini digunakan untuk mengusir makhluk halus, namun kini berubah menjadi simbol suka cita menyambut hari kemenangan.

3. Nujuh Likur, Cahaya Api di Malam 27 Ramadan

Di Bengkulu, masyarakat punya tradisi unik bernama Nujuh Likur yang dilakukan pada malam ke-27 Ramadan.

Warga menyalakan tempurung kelapa yang disusun tinggi di depan rumah. Saat dinyalakan, cahaya api menghiasi seluruh kota, menciptakan suasana magis yang sulit dilupakan.

4. Tumbilatohe, Kota yang Terang Benderang

Di Gorontalo, tradisi Tumbilatohe menjadi daya tarik tersendiri. Tradisi ini dilakukan tiga hari sebelum Lebaran dengan menyalakan lampu tradisional dari damar.

Dahulu, lampu ini berfungsi sebagai penerangan bagi warga yang menunaikan zakat di malam hari. Kini, Tumbilatohe menjadi simbol kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antar masyarakat.

5. Takbiran Keliling, Gema Kemenangan di Jalanan

Tak lengkap rasanya menyambut Idulfitri tanpa takbiran. Di Indonesia, tradisi ini sering dirayakan dengan takbir keliling menggunakan bedug dan obor.

Suara takbir menggema di jalan-jalan, menghadirkan suasana haru sekaligus penuh semangat. Tradisi ini menjadi penutup sempurna dari rangkaian ibadah Ramadan.

Semua tradisi ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi-tradisi ini tetap hidup dan menjadi pengingat bahwa Lebaran bukan hanya soal hari raya, tetapi juga tentang kebersamaan, kehangatan keluarga, dan nilai-nilai yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.