Fantastis! Film Jumbo Tembus 10 Besar Box Office Harian Korea Selatan, Animasi Indonesia Makin Mendunia

Genvoice.id | 20 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Film animasi Indonesia kembali mencetak sejarah. Jumbo sukses mencuri perhatian publik Korea Selatan sejak penayangan perdananya pada 18 Februari 2026. Tak sekadar tayang, film ini langsung menembus jajaran 10 besar box office harian Korea Selatan, sebuah pencapaian yang membuat banyak pihak tercengang.

Berdasarkan data resmi KoBiz, Jumbo debut di posisi keenam box office harian dengan perolehan 12.648 penonton hanya dalam sehari. Film garapan sutradara Ryan Adriandhy ini diputar di 355 layar, angka yang menunjukkan kepercayaan besar dari jaringan bioskop Korea Selatan terhadap kualitas animasi Indonesia.

Yang lebih mengejutkan, Jumbo mampu bersaing ketat dengan film lokal Korea Selatan, termasuk App the Horror, yang berada tepat satu tingkat di atasnya dengan 18.265 penonton dari 176 layar. Persaingan ini menjadi bukti karya anak bangsa tak lagi bisa dipandang sebelah mata di pasar internasional.

Namun tantangan sesungguhnya datang di hari kedua. Pada 19 Februari 2026, Jumbo turun ke posisi ke-11 dengan tambahan 2.470 penonton. Meski terjadi penurunan, capaian ini tetap terbilang impresif mengingat ketatnya kompetisi perfilman di Negeri Ginseng. Apalagi pasar saat itu tengah dikuasai oleh film kolosal The King's Warden, yang merajai box office dengan 653.657 penonton dari 2.017 layar hanya dalam satu hari.

Di tengah kerasnya dominasi film blockbuster lokal, Jumbo tetap bertahan, dan itu bukan hal kecil.

Tak hanya bersinar di layar lebar, Jumbo juga meledak di media sosial. Lagu temanya, "Selalu Ada di Nadimu", mendadak viral setelah sejumlah siswa Sekolah Dasar di Korea Selatan terekam menyanyikan versi bahasa Korea. Video yang diunggah akun Instagram @official_jeongdawoonandboys itu langsung menyita perhatian warganet dan memicu rasa penasaran publik terhadap film ini.

Lagu tersebut merupakan karya kolektif trio musik Laleilmanino. Di Indonesia, lagu ini populer lewat suara emas Bunga Citra Lestari serta versi kolaborasi Prince Poetiray dan Quinn Salman. Kini, gaungnya melintasi batas negara.

Sebenarnya, Korea Selatan bukanlah pemberhentian pertama Jumbo. Sejak Juni 2025, film produksi Visinema Studios ini telah lebih dulu menembus pasar Rusia, Belarus, Uzbekistan, Kyrgyzstan, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Ekspansi terus berlanjut ke Vietnam pada Agustus 2025, lalu merambah Taiwan dan Uni Emirat Arab pada Oktober 2025.

Secara cerita, Jumbo mengisahkan Don, seorang anak yatim piatu yang bertekad membuktikan dirinya melalui ajang bakat. Petualangan emosionalnya dimulai ketika buku dongeng peninggalan orang tuanya dicuri. Bersama sahabatnya dan Meri, bidadari kecil dari dunia lain. Don memulai perjalanan penuh tantangan untuk merebut kembali bukunya sekaligus membantu Meri menemukan orang tuanya.

Di balik visual animasi yang memikat, Jumbo menyimpan pesan mendalam tentang keberanian, persahabatan, kehilangan, dan penerimaan diri. Inilah kekuatan sejati film ini: kisah universal yang mampu menyentuh hati lintas budaya.