Reza Arap Oktovian Kembali Guncang Dunia Lewat Marapthon, Akui Dedikasi untuk Lula Lahfah

Genvoice.id | 20 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -  Nama Reza Arap Oktovian kembali menguasai percakapan jagat maya.

Kreator konten sekaligus musisi itu mencatatkan pencapaian besar melalui proyek live streaming ambisiusnya, Marapthon Season 3 The Last Tale. Hanya dalam enam hari sejak tayang perdana pada 8 Februari 2026, kanal YouTube miliknya melesat menjadi saluran paling banyak ditonton secara global. Pencapaian ini menempatkannya di atas streamer internasional seperti IShowSpeed dan Kai Cenat.

Musim ketiga ini bukan sekadar kelanjutan, tetapi menjadi bab penutup dari format streaming maraton yang dibangun Arap bersama timnya, AAA Clan. Program tersebut dirancang berjalan selama 100 hari nonstop, sebuah konsep ekstrem yang menuntut stamina, konsistensi produksi, dan kreativitas tanpa jeda. Sembilan orang menjadi motor utama siaran ini, yaitu Reza Arap, Jot, Yuka, Garry, Aloy, Tepe, Niko, Bravy, dan Ibot. Kombinasi ini menghadirkan dinamika spontan yang terasa hidup di layar.

Di balik angka penonton yang fantastis, Marapthon Season 3 menyimpan cerita yang lebih personal. Proyek ini didedikasikan untuk mendiang Lula Lahfah, sosok yang disebut Arap sebagai figur penting dalam perjalanan hidupnya. Kepergian Lula pada Januari 2026 sempat memunculkan spekulasi bahwa Marapthon akan dibatalkan. Namun Arap memilih tetap melanjutkan siaran sebagai bentuk penghormatan dan komitmen terhadap impian yang pernah mereka susun bersama.

“Impian Lula itu ke gue, pengin lihat gue lebih maju lagi, lebih gila lagi,” ungkap Arap dalam salah satu pernyataannya. Pesan yang sederhana namun kuat, “I want to see you win in life,” menjadi bahan bakar emosional yang terasa nyata sepanjang siaran. Banyak penonton mengaku mengikuti Marapthon bukan semata untuk hiburan, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral.

Secara format, kekuatan Marapthon terletak pada pendekatan raw content. Tidak ada alur cerita kaku atau skrip berlebihan. Yang muncul justru interaksi natural, percakapan spontan, tantangan harian, sesi bermain gim, hingga momen IRL yang memberi kesan dekat dengan penonton. Dengan rata rata 150.000 hingga 200.000 penonton bersamaan secara stabil, akumulasi jam tayang meningkat drastis dari hari ke hari. Pada hari pertama saja, lebih dari 200 ribu akun memadati siaran langsung tersebut.

Dominasi ini juga terasa di tingkat domestik. Marapthon Season 3 disebut memimpin pasar streaming Indonesia dengan selisih jam tayang yang terpaut jauh dari kompetitor terdekatnya. Lompatan ini menjadi semakin signifikan jika dibandingkan dengan Season 2 pada 2025, saat Arap berada di posisi keempat dunia.

Untuk musim terakhirnya, produksi Marapthon tampil lebih megah. Basecamp baru yang luas, diduga berlokasi di kawasan Sentul, Bogor, memberikan latar visual hijau dan atmosfer eksklusif. Dari sisi teknis, kualitas siaran ditopang perangkat profesional, termasuk penggunaan Mixer Midas M32R yang memperkuat aspek audio visual agar tetap stabil selama streaming 24 jam.

Aspek finansial tentu ikut menjadi perhatian. Marapthon membuka donasi melalui platform digital seperti Tiptap.gg dan Mediashare. Nilai donasi yang masuk disebut mencapai nominal miliaran rupiah, meski Arap memilih tidak membeberkan angka pasti. Salah satu donasi terbesar yang sempat mencuri perhatian publik adalah Rp250 juta dari Haji Putra, menunjukkan kuatnya keterlibatan komunitas.

Sejak pertama kali digelar pada akhir 2024 selama 34 hari, Marapthon berkembang menjadi proyek digital dengan identitas khas. Season 2 bertajuk Road to South Blue memperpanjang napas program ini selama dua bulan, sebelum akhirnya Season 3 hadir sebagai penutup yang emosional sekaligus monumental.

Melalui Marapthon Season 3, Reza Arap Oktovian tidak hanya mencetak rekor, tetapi juga memperlihatkan bagaimana konsep yang kuat, kedekatan komunitas, dan narasi personal mampu menciptakan dampak global. Di tengah persaingan konten digital yang semakin padat, kisah ini menjadi penegasan bahwa kreator Indonesia mampu berdiri sejajar dan bahkan mendominasi panggung hiburan dunia.