Sinopsis Film Mercy, Saat Chris Pratt Harus Bertaruh Nyawa Melawan Hakim Robot AI Yang Super Kejam!

Genvoice.id | 20 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Buat kalian para pecinta sinema yang sudah nggak sabar pengen liat aksi terbaru dari aktor kondang Chris Pratt, ada kabar yang bener-bener bikin antusias banget nih, Gen. Hollywood baru saja merilis salah satu karya paling ambisius mereka di awal tahun 2026 ini melalui sebuah film yang punya premis bener-bener mind-blowing dan relate banget sama perkembangan teknologi zaman sekarang.

Bayangin saja gimana jadinya kalau sistem hukum yang seharusnya dijalankan oleh manusia dengan perasaan dan nurani, mendadak digantikan sepenuhnya oleh algoritma komputer yang dingin dan nggak punya empati sama sekali. Film ini bener-bener ngasih gambaran masa depan yang intens banget dan bikin kita mikir dua kali soal ketergantungan manusia pada kecerdasan buatan. Ketegangan yang dibangun bukan cuma soal aksi tembak-tembakan biasa, tapi soal gimana seorang manusia harus berpacu dengan waktu buat membuktikan kebenaran di depan sebuah mesin yang cuma percaya pada data dan angka tanpa peduli pada air mata atau pembelaan emosional. Kehadiran film ini bener-bener jadi perbincangan hangat karena dianggap menyentil isu moralitas di tengah gempuran tren AI yang makin nggak terbendung, Gen.

Secara resmi, film berjudul 'Mercy' ini dijadwalkan bakal menghiasi layar lebar bioskop di seluruh Indonesia mulai Rabu, 21 Januari 2026. Dengan mengusung genre thriller fiksi ilmiah yang penuh nuansa futuristik, film ini bakal membawa kita ke setting Kota Los Angeles pada tahun 2029. Di era tersebut, proses peradilan sudah nggak lagi butuh hakim manusia atau pengacara yang jago debat. Semua keputusan hukum berada di tangan sistem AI canggih bernama Judge Maddox. Sistem ini dipercaya oleh publik karena dianggap nggak bakal pernah salah dan nggak bisa disuap, tapi di balik itu semua ada sisi gelap yang bener-bener mengerikan kalau sampai terjadi kesalahan data.

Chris Pratt berperan sebagai tokoh utama bernama Chris Raven, seorang detektif hebat yang dunianya mendadak runtuh saat ia dituduh sebagai pembunuh istrinya sendiri. Ironisnya, Chris Raven adalah orang yang dulunya sangat mendukung implementasi sistem hukum AI ini. Namun sekarang, ia justru jadi korban dari sistem yang ia puja-puja tersebut. Ia harus menghadapi Judge Maddox, sistem kecerdasan buatan yang diperankan suaranya atau personifikasinya oleh aktris Rebecca Ferguson. Situasi makin gawat karena Chris cuma dikasih waktu sangat singkat, yaitu 90 menit saja buat nyari bukti kalau dia nggak bersalah. Kalau dalam waktu itu dia gagal meyakinkan algoritma si robot, hukuman mati bakal langsung dijatuhkan tanpa ada kata ampun atau kesempatan buat banding, Gen.

Konflik makin pecah saat masa lalu Chris terungkap, di mana ia ternyata punya peran penting dalam pengembangan algoritma hukum tersebut. Dia sekarang bener-bener harus bertarung melawan ciptaannya sendiri demi bisa bertahan hidup. Film ini bakal ngegali lebih dalem soal pertanyaan besar: apakah mesin bener-bener bisa memahami rasa kemanusiaan dan niat di balik sebuah tindakan?

Selain Chris Pratt dan Rebecca Ferguson, film ini juga didukung sama pemain-pemain keren lainnya kayak Annabelle Wallis, Kali Reis, Chris Sullivan, sampai Kylie Rogers. 'Mercy' disutradarai oleh Timur Bekmambetov, sosok di balik film aksi ikonik 'Wanted' yang dulu dibintangi Angelina Jolie. Dengan gaya visualnya yang khas dan cerita yang bikin deg-degan, film ini pasti bakal jadi tontonan wajib buat kalian yang suka cerita bertema distopia masa depan.

Menurut Gen, kalau seandainya di masa depan hakim manusia beneran diganti sama AI biar nggak ada lagi kasus suap, kalian bakal setuju atau justru ngerasa ngeri sama sistem yang nggak punya perasaan kayak gitu?