Makin Memanas, Maroko Akan Laporkan Aksi Walk Out Senegal ke CAF dan FIFA
JAKARTA, GENVOICE.ID - Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) memastikan akan membawa insiden walk out yang dilakukan tim nasional Senegal pada final Piala Afrika 2025 ke ranah hukum sepak bola internasional.
FRMF menyatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan FIFA untuk ditindaklanjuti secara resmi.
Keputusan ini diambil menyusul laga final yang berlangsung di Rabat dan diwarnai aksi protes keras dari para pemain Senegal. Walk out dilakukan setelah wasit memberikan penalti kepada Maroko, keputusan yang dipermasalahkan kubu Senegal dan memicu penghentian pertandingan selama belasan menit.
"Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko mengumumkan akan menempuh jalur hukum melalui Konfederasi Sepak Bola Afrika dan FIFA untuk memberikan keputusan atas tindakan meninggalkan lapangan yang dilakukan tim nasional Senegal dalam pertandingan final melawan tim nasional Maroko, serta peristiwa-peristiwa yang menyertai keputusan tersebut, setelah wasit memberikan penalti yang dinilai benar oleh seluruh pakar," demikian pernyataan FRMF yang dikutip Mundo Deportivo, Selasa.
FRMF menilai insiden tersebut berdampak signifikan terhadap jalannya pertandingan serta memengaruhi konsentrasi dan performa para pemain Maroko. Dalam laga yang digelar Senin dini hari WIB itu, Maroko akhirnya harus mengakui keunggulan Senegal dengan skor 0-1 setelah pertandingan berlanjut hingga babak perpanjangan waktu.
Maroko sejatinya memiliki peluang besar untuk memastikan gelar juara di akhir waktu normal. Kesempatan tersebut datang setelah wasit, melalui tinjauan VAR, menghadiahi penalti akibat pelanggaran berupa tarikan di bahu penyerang Maroko, Brahim Diaz. Keputusan inilah yang memicu reaksi keras dari Senegal hingga para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.
Setelah penundaan sekitar 14 menit, pemain Senegal kembali ke lapangan dan pertandingan dilanjutkan. Namun, peluang emas Maroko terbuang setelah eksekusi penalti Brahim Diaz gagal berbuah gol. Tendangan panenka ke tengah gawang dengan mudah digagalkan kiper Senegal, Edouard Mendy.
Senegal kemudian memastikan gelar juara Piala Afrika 2025 lewat gol yang tercipta pada babak tambahan. Meski demikian, kontroversi di laga final tersebut masih menyisakan polemik.
Hingga kini, FRMF belum merinci tuntutan konkret yang akan diajukan selain menyampaikan keberatan resmi atas aksi walk out dan dampaknya terhadap pertandingan. Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino bersama CAF telah mengecam keras tindakan meninggalkan lapangan serta perilaku tidak sportif sejumlah pemain dan staf teknis Senegal.
Infantino menegaskan bahwa aksi walk out tidak dapat dibenarkan dalam sepak bola profesional. CAF juga menyatakan tengah meninjau seluruh rekaman pertandingan dan memastikan proses disipliner akan dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.