Rumah dan Usaha Fotokopi Terbakar di Cengkareng, Penghuni Sempat Tertidur
JAKATRA, GENVOICE.ID - Gen, kebakaran yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu dini hari, menyisakan cerita menegangkan dari pemilik tempat fotokopi yang juga tinggal di bangunan tersebut. Endang Budi Rahayu, 39 tahun, mengaku dirinya dan keluarga sedang tertidur lelap ketika api mulai melahap rumah yang juga dipakai sebagai lokasi usahanya. Peristiwa ini berlangsung cepat, membuat mereka tidak sempat menyelamatkan apa pun selain diri masing-masing.
Menurut Endang, yang pertama kali melihat tanda-tanda kebakaran adalah ibunya. Sang ibu baru saja kembali dari toilet ketika melihat cahaya merah dari sebuah kamar kosong di lantai satu. Tanpa berpikir panjang, ia langsung berteriak memberi tahu keluarga bahwa api sudah menyala besar. Endang yang mendengar teriakan itu langsung bangun dan membangunkan lima anggota keluarga lain yang tengah tidur.
Saat keluar kamar, kondisi rumah sudah penuh asap dan api semakin membesar. Endang mengatakan mereka hanya punya waktu untuk menyelamatkan diri. Semua dokumen penting, barang berharga, dan peralatan usaha tidak sempat dibawa keluar. Ia juga menggambarkan bagaimana situasi panik itu terjadi dalam hitungan detik.
Bagian rumah yang terbakar meliputi lantai atas dan lantai bawah. Area bawah digunakan sebagai tempat usaha fotokopi yang dikelola Endang. Kondisi bangunan kini tidak bisa dipastikan keutuhannya karena saat kejadian, ia hanya fokus memastikan seluruh keluarga selamat. Berdasarkan pengakuannya, kamar yang menjadi sumber api merupakan ruangan kosong yang sudah lama digunakan sebagai tempat penyimpanan barang.
Endang menduga kebakaran dipicu korsleting listrik karena kamar tersebut tidak pernah ditempati dan hanya berisi barang-barang. Ia bersyukur seluruh keluarganya selamat meski seluruh dokumen penting ikut terbakar.
Sebelum kejadian, warga sekitar juga melihat api sudah membesar sekitar pukul 03.30 WIB. Laporan masuk ke Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat pukul 03.45 WIB. Tim pemadam tiba di lokasi sekitar 03.58 WIB dan disambut dengan kondisi api yang sudah semakin membesar.
Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menyebutkan total 14 unit mobil pemadam dan 70 personel dikerahkan. Ia mengatakan bahwa dugaan penyebab kebakaran masih dalam proses pemeriksaan. Saat petugas tiba, sebagian bangunan sudah habis terbakar sehingga penyelidikan memerlukan waktu tambahan.
Meski bangunan habis terbakar, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Bagi Endang dan keluarganya, peristiwa dini hari itu menjadi pengingat betapa cepatnya api bisa membesar dan menghabiskan bangunan dalam sekejap.