Derby Dockers Kembali: Millwall dan West Ham Bertemu Lagi setelah 14 Tahun

Genvoice.id | 19 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Derby Dockers antara Millwall dan West Ham United kembali digelar setelah kedua klub terakhir kali bertemu dalam pertandingan kompetitif pada Februari 2012.

Selama 14 tahun terakhir, banyak hal berubah di kedua klub. Pelatih dan pemain silih berganti, sementara Millwall dan West Ham juga melewati berbagai momen berbeda. Namun, rivalitas kedua klub London tersebut tetap hidup melalui cerita para suporter dan rekaman pertandingan lama.

Kini, rivalitas itu kembali ke lapangan. The Den akan menjadi tempat pertemuan ke-100 secara kompetitif antara Millwall dan West Ham, Sabtu pukul 12.30 BST.

Jarak kedua klub hanya beberapa mil, tetapi pertandingan ini memiliki arti yang jauh lebih besar bagi para pendukung masing-masing tim.

Bagi sebagian suporter muda, laga kali ini bahkan menjadi pengalaman pertama menyaksikan Derby Dockers secara langsung. George Cole, suporter Millwall, baru berusia 10 tahun ketika kedua tim terakhir bertemu pada 2012.

"Saya masih sangat muda saat itu, jadi di tahun-tahun terbaik sebagai suporter saya belum pernah mengalami pertandingan ini," ujar Cole kepada BBC Radio London.

Menurutnya, Millwall perlu tetap fokus pada pertandingan dan tidak terbawa suasana derby. Gairah tentu dibutuhkan, tetapi ketenangan juga menjadi faktor penting.

Hal serupa disampaikan pelatih West Ham, Nuno Espirito Santo. Menurutnya, pertandingan seperti ini memang memiliki arti khusus bagi klub dan para pemain.

Nuno yang pernah terlibat dalam berbagai rivalitas sepanjang kariernya menilai pertandingan sebenarnya ditentukan oleh apa yang terjadi di dalam lapangan, bukan besarnya atmosfer di luar pertandingan.

"Ini pertandingan spesial dan kami menyadarinya," ujar Nuno.

West Ham datang dengan posisi yang lebih baik di kompetisi domestik. The Hammers sedang memimpin klasemen Championship setelah bangkit dari awal musim yang kurang meyakinkan dengan serangkaian hasil positif di liga.

Pada pertandingan Championship terakhir, West Ham tampil meyakinkan dengan menghancurkan Wrexham 6-0. Namun, mereka baru saja tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah 2-3 dari Fulham pada pertengahan pekan.

Nuno berharap performa West Ham di Championship tetap terbawa ketika mereka menghadapi atmosfer berbeda di kandang Millwall. Pengalaman para pemain senior juga dianggap penting untuk membantu pemain muda menghadapi tekanan pertandingan derby.

West Ham tidak ingin menghindari rivalitas tersebut. Mereka justru berusaha menghadapinya tanpa membiarkan atmosfer pertandingan mengganggu fokus terhadap permainan.

Sementara itu, Millwall menghadapi pertandingan ini dengan kondisi skuad yang lebih terbatas. Sebanyak 14 pemain mereka saat ini tidak tersedia karena berbagai masalah, sementara jadwal empat pertandingan tengah pekan secara beruntun semakin menguras tenaga tim.

Millwall baru saja bermain imbang 2-2 melawan Middlesbrough pada Selasa. Mereka sempat unggul dua gol sebelum lawan berhasil menyamakan kedudukan.

Pelatih Alex Neil mengakui kondisi fisik para pemainnya sudah terkuras setelah jadwal padat. Namun, situasi tersebut tidak mengurangi arti penting pertandingan melawan West Ham.

"Ini sangat berarti bagi semua orang, kami akan memberikan segalanya," kata Neil setelah pertandingan melawan Middlesbrough.

Ketika ditanya mengenai motivasi yang dibutuhkan untuk menghadapi laga sebesar Derby Dockers, Neil memberikan jawaban tegas.

"Jika Anda membutuhkan motivasi untuk pertandingan ini, Anda seharusnya tidak bermain sepak bola," ujar pelatih asal Skotlandia tersebut.

Setelah 14 tahun tanpa pertemuan kompetitif, Millwall dan West Ham akhirnya kembali berhadapan. The Den pun bersiap menjadi panggung bagi pertemuan ke-100 kedua klub sekaligus babak baru dalam rivalitas yang telah berlangsung lintas generasi.