Tersingkir di China Masters 2025, Rachel/Febi Siap Benahi Servis

Genvoice.id | 19 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, harus menghentikan langkahnya di babak 16 besar China Masters 2025. Mereka kalah dua gim langsung dari ganda tuan rumah, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, dengan skor 13-21 dan 19-21, di Shenzen Arena, Chengdu, Kamis (18/9) malam WIB.

Meski gagal melaju lebih jauh, Rachel/Febi mendapatkan banyak pelajaran penting. Febi menekankan perlunya fokus pada servis dan pembukaan lawan yang efektif. "Banyak pelajaran dari pertandingan ini, terutama servis dan pembukaan lawan. Pukulan pertama hingga ketiga mereka banyak menghasilkan poin. Itu harus kami perhatikan dan contoh," ujar Febi dikutip ANTARA News, Jumat (19/9).

Rachel menambahkan, mereka cukup puas bisa mengimbangi tempo permainan ganda peringkat tiga dunia tersebut. "Tidak menyangka bisa memberikan perlawanan yang cukup baik. Ternyata kami bisa mengimbangi walau belum menang," katanya.

Di gim kedua, Rachel/Febi mencoba strategi bermain tempo, berganti lambat dan cepat untuk mengganggu ritme lawan. Strategi ini sempat berhasil, namun masalah servis dan pembukaan yang kurang presisi menjadi kendala. Rachel menjelaskan, "Di gim kedua kami mencoba memainkan tempo. Itu cukup berhasil, tapi sayang servis dan pembukaan kurang teliti. Kami sudah cukup padu, dan ini meningkatkan kepercayaan diri. Ke depan kami akan evaluasi lagi."

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama menjelang turnamen berikutnya. Fokus utama Rachel/Febi adalah memperbaiki servis dan pembukaan agar lebih konsisten dan mampu menekan lawan sejak pukulan pertama.

China Masters 2025 kini memasuki babak perempat final. Indonesia masih memiliki tiga wakil: ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly/Bagas Maulana, serta tunggal putri Putri Kusuma Wardani. Harapan kini tertumpu pada ketiga wakil ini untuk membawa hasil positif dari Chengdu.

Rachel/Febi membuktikan bahwa meski kalah, pengalaman melawan ganda top dunia menjadi modal penting untuk pengembangan teknik, mental, dan strategi. Perbaikan servis dan pembukaan diyakini akan membuat mereka lebih kompetitif di turnamen selanjutnya.