Merinding! Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Mojokerto Diwarnai Keanehan, Pintu Tiba-tiba Menutup Sendiri

Genvoice.id | 19 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Mojokerto dibuat heboh, Gen! Rekonstruksi kasus mutilasi sadis yang dilakukan oleh Alvi Maulana terhadap kekasihnya, Tiara Angelina Saraswati, diwarnai kejadian bikin merinding. Di tengah reka ulang adegan ke-8, pintu di lantai satu kosan tiba-tiba menutup sendiri dengan keras.

Kejadian aneh ini terjadi pada Rabu, 17 September 2025, saat Alvi memperagakan adegan penusukan korban di lantai dua. Tiba-tiba, pintu di bawah yang sebelumnya dikunci oleh Tiara dan sudah dibuka oleh petugas, menutup dengan keras.

Sontak, para petugas kepolisian yang ada di lokasi langsung kaget. Mereka mengira pintu itu tertiup angin, tapi ketika dibuka lagi, pintu itu kembali menutup dengan keras.

"Gak onok angin lho padahal. Kok nutup dewe ngene (Tidak ada angin padahal, kok pintunya menutup sendiri begini)," kata salah satu anggota Sat Reskrim Polres Mojokerto dengan heran.

Petugas kembali membuka pintu, tapi beberapa menit kemudian, pintu itu lagi-lagi menutup dengan keras. Petugas yang menjaga lokasi makin bingung karena di depan kosan itu ada bangunan kosong yang menutup akses angin.

"Angin dari mana ini. Padahal gak ada angin. Mbak kita mau mencari keadilan buat mbaknya (Tiara)," ujar petugas itu, seolah-olah berbicara kepada arwah korban, sambil kembali membuka pintu.

Setelah pintu itu dibuka lagi dan pelaku turun untuk memperagakan adegan mutilasi di kamar mandi, pintu itu tidak lagi menutup. Kejadian ini membuat petugas dan wartawan yang hadir di lokasi sama-sama keheranan.

Kronologi Mutilasi Sadis yang Gemparkan Mojokerto dan Surabaya

Kasus mutilasi ini memang sempat bikin geger Mojokerto dan Surabaya. Menurut Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Fauzy Pratama, ada 33 adegan yang diperagakan oleh pelaku, mulai dari menjemput korban sampai membuang potongan tubuhnya.

Jadi, kejadiannya bermula pada 31 Agustus 2025 dini hari. Setelah cekcok di kosan, Alvi menusuk leher Tiara sampai tewas. Enggak berhenti sampai di situ, pelaku kemudian memutilasi jasad korban di kamar mandi. Kepala korban disembunyikan di belakang lemari, sedangkan bagian tubuh lainnya dibuang di kawasan Pacet, Mojokerto.

Kasus ini jadi pelajaran buat kita semua untuk lebih berhati-hati dalam pergaulan. Semoga korban bisa mendapatkan keadilan dan kasus ini bisa jadi pengingat untuk tidak pernah main-main dengan emosi dan kekerasan.