Kementan Buat Langkah Berani dengan Menghentikan Impor Gula Rafinasi, Ini Manfaat yang Didapatkan Petani!

Genvoice.id | 19 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Langkah Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono untuk menghentikan impor gula rafinasi mendapat sambutan hangat dari Komisi IV DPR RI.

Kebijakan ini dinilai strategis banget, karena bertujuan melindungi petani tebu nasional dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia. Bukan cuma itu, kebijakan ini juga diharapkan bisa mengurangi ketergantungan kita pada produk impor.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyampaikan apresiasinya secara langsung dalam rapat kerja bersama Kementan di Gedung DPR/MPR. Menurut Alex, penghentian impor gula rafinasi ini akan memberi ruang lebih besar bagi produksi gula dalam negeri dan meningkatkan daya saing petani lokal.

"Pak Wamen, saya apresiasi karena sudah menghentikan impor gula rafinasi," ujar Alex, sambil berharap ke depan impor etanol juga bisa dihentikan. "Yang sebaiknya kita impor hanya produk yang memang belum bisa dipenuhi di dalam negeri," tambahnya.

Kementan Fokus Swasembada Pangan dan Hilirisasi

Wamentan Sudaryono menanggapi apresiasi tersebut dengan tegas. Ia memastikan bahwa Kementan punya komitmen kuat untuk meningkatkan produktivitas komoditas pangan strategis, terutama yang selama ini masih bergantung pada impor.

Selain itu, Kementan juga akan fokus pada hilirisasi. Ini dilakukan untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan pastinya, menekan impor serta memperluas ekspor.

"Perjuangan ini akan kami lakukan agar dalam lima tahun ke depan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri," tegas Sudaryono. Ia menambahkan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah mencapai swasembada pangan untuk kebutuhan konsumsi secara bertahap.

"Tahun ini kita fokus pada swasembada pangan untuk kebutuhan konsumsi. Selanjutnya, industri pelan-pelan juga harus kita ambil porsinya, sehingga Indonesia benar-benar mandiri," tuturnya.

Anggaran Kementan Bertambah, Buat Apa Saja?

Dalam rapat kerja yang sama, Kementan juga menyampaikan adanya penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk tahun 2026. Sudaryono menjelaskan bahwa Kementan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp145 miliar, sehingga total pagu anggaran mereka menjadi Rp40,15 triliun.

Tambahan anggaran ini akan difokuskan pada program-program prioritas Presiden, yaitu untuk mendukung tugas utama Kementan yang belum teralokasi, serta memberikan dampak signifikan pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Tambahan anggaran ini akan difokuskan pada kegiatan yang sejalan dengan prioritas Presiden, mendukung tugas dan fungsi utama yang belum teralokasi, serta memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Sudaryono.

Dengan langkah berani ini, Kementan di bawah kepemimpinan Wamentan Sudaryono menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan petani tebu dan mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia.

Dukungan dari DPR RI menjadi sinyal positif bahwa kebijakan ini akan terus diperjuangkan. Diharapkan, penghentian impor gula rafinasi ini benar-benar membawa dampak signifikan bagi kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi nasional.