Gagal Lolos ke Piala Dunia? Mayoritas Suporter Minta Kluivert dan Ketum PSSI Tetap Dipertahankan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Meskipun peluang timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 masih belum pasti, hasil survei terbaru yang dilakukan Football Institute menunjukkan bahwa mayoritas suporter tidak ingin pelatih Patrick Kluivert dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dicopot, jika skenario terburuk itu terjadi.
Survei bertajuk "Menangkap Suara Suporter Sepak Bola Indonesia terhadap Perkembangan Terkini Sepak Bola Nasional" ini dilakukan pada 9-18 Agustus 2025 dan diumumkan dalam pemaparan di Jakarta, Jumat (19/9). Penelitian ini melibatkan 1.270 responden yang merupakan suporter timnas Indonesia dan klub Liga 1 maupun Liga 2, dengan rentang usia dominan 25-34 tahun.
Menurut Founder Football Institute Budi Setiawan, para suporter masih menunjukkan kepercayaan tinggi kepada pelatih asal Belanda tersebut. Sebanyak 49,06 persen responden tidak setuju jika Patrick Kluivert dipecat apabila Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Alasan yang paling banyak disuarakan adalah bahwa Kluivert layak mendapat kesempatan kedua dan bahwa kegagalan bukan semata-mata kesalahan pelatih, melainkan harus menjadi momentum untuk evaluasi menyeluruh.
Kepercayaan serupa juga diberikan kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang sejak menjabat pada Februari 2023 dianggap telah membawa perubahan signifikan. Dalam survei yang menyodorkan lima pilihan penilaian (dari "tidak layak" hingga "sangat layak"), sebanyak 68,35 persen responden memilih Erick sebagai sosok yang "layak" untuk dipertahankan.
Responden menilai totalitas dan keseriusan Erick dalam membangun pondasi sepak bola nasional, termasuk pembenahan timnas dan kompetisi, patut diberi kelanjutan meskipun target tertinggi belum tercapai.
Tak hanya itu, survei juga menunjukkan tingkat optimisme yang cukup tinggi dari suporter terkait peluang Indonesia di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Meski seluruh laga akan digelar di Arab Saudi, termasuk melawan tuan rumah dan Irak, sebanyak 64,80 persen responden tetap merasa yakin tim Garuda bisa lolos.
Menariknya, meskipun ada kekhawatiran publik soal netralitas pertandingan yang dimainkan di kandang Arab Saudi, sebanyak 46,38 persen responden mengaku "biasa saja" atau tidak terlalu khawatir dengan potensi kecurangan atau tekanan non-teknis dari tuan rumah.
Bahkan, dukungan tetap mengalir meski striker naturalisasi Ole Romeny diragukan tampil karena cedera. Ketika ditanya soal keyakinan Indonesia bisa tetap lolos tanpa kehadiran Romeny, 63,15 persen responden tetap memilih "yakin", menandakan kepercayaan terhadap kekuatan kolektif timnas saat ini.
Survei ini dilakukan dengan metode cluster random sampling di 21 kota barometer sepak bola nasional, termasuk basis klub-klub Liga 1 dan Liga 2. Hasil ini menjadi cerminan bahwa masyarakat pecinta sepak bola Indonesia semakin dewasa dalam menyikapi dinamika prestasi tim nasional.