Profil Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI yang Jadi Sorotan saat Demo di Bundaran HI

Genvoice.id | 19 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Fathimah Azzahra menjadi perhatian publik setelah aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Wakil Ketua BEM UI periode 2026 itu terlihat berada di tengah massa mahasiswa ketika terjadi ketegangan dengan aparat kepolisian.

Dalam sejumlah momen yang beredar di media sosial, Fathimah tampak terlibat dalam dialog dengan petugas saat rombongan mahasiswa tertahan menuju lokasi aksi. Sosoknya semakin menjadi sorotan setelah terlihat menangis ketika situasi demonstrasi berlangsung dalam kondisi yang cukup tegang.

Profil Fathimah Azzahra

Fathimah Azzahra merupakan mahasiswi Program Sarjana Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2023. Ia terpilih menjadi Wakil Ketua BEM UI pada 2026 dan menjalankan tugas tersebut bersama Yatalathof Ma'shum Imawan yang menjabat sebagai Ketua BEM UI.

Sebelum masuk jajaran pimpinan BEM UI, Fathimah sudah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kemahasiswaan. Ia diketahui menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Depok sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Fathimah disebut diterima di UI melalui jalur Talent Scouting pada Program Kelas Khusus Internasional (KKI). Di luar kegiatan akademik, ia juga memiliki ketertarikan pada riset, aktivitas sosial, organisasi mahasiswa, serta advokasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan mahasiswa dan masyarakat.

Aktif di Organisasi Sejak Kuliah

Kiprah organisasi Fathimah mulai terlihat ketika dirinya bergabung dalam berbagai kegiatan di lingkungan FKUI. Pada 2024, ia dipercaya menduduki posisi Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI yang berkaitan dengan pengembangan pengetahuan dan edukasi di bidang kesehatan.

Ia juga pernah menjadi Project Officer kegiatan Semarak Ramadan yang diselenggarakan Forum Studi Islam FKUI. Pengalaman tersebut membuat aktivitas Fathimah tidak hanya berkutat pada dunia perkuliahan, tetapi juga mencakup kegiatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

Karier organisasinya kemudian berkembang ke tingkat universitas ketika ia dipercaya menjadi Head of 2nd Commission Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI pada 2025. Jabatan tersebut menjadi salah satu pengalaman penting yang mempertemukannya dengan dinamika kelembagaan, advokasi, serta demokrasi mahasiswa di lingkungan Universitas Indonesia.

Selain kegiatan organisasi, Fathimah juga pernah tampil sebagai orator dalam forum bertajuk "Independence of the Medical Profession" yang digelar Dewan Guru Besar FKUI bersama BEM FKUI pada 2025. Keterlibatannya dalam forum tersebut semakin memperlihatkan keberaniannya menyampaikan pandangan mengenai isu yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan profesi kedokteran.

Punya Prestasi di Bidang Akademik

Di tengah kesibukannya sebagai aktivis kampus, Fathimah tetap menorehkan prestasi dalam bidang akademik. Pada 2025, ia bersama tim berhasil meraih Juara I Oral Presentation dalam ajang The 17th Liver Update 2025 yang berkaitan dengan bidang kesehatan dan penelitian hepatologi.

Nama Fathimah juga tercatat dalam laporan akhir jabatan Dekan FKUI periode 2021-2025 sebagai salah satu mahasiswa yang meraih penghargaan tersebut. Prestasi itu menunjukkan bahwa aktivitas organisasi yang dijalaninya tetap berjalan beriringan dengan kegiatan akademik.

Terpilih Menjadi Wakil Ketua BEM UI

Pengalaman panjang dalam organisasi kemudian mengantarkan Fathimah ke posisi pimpinan BEM UI. Pada Januari 2026, ia terpilih sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026 dengan Yatalathof Ma'shum Imawan sebagai pasangan yang menjabat Ketua BEM UI.

Sebagai bagian dari pimpinan BEM UI, ruang gerak Fathimah semakin luas karena tidak hanya berkaitan dengan persoalan internal kampus. Ia juga mulai aktif menyampaikan pandangan mengenai berbagai isu sosial dan kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian mahasiswa.

Salah satu momen yang membuat namanya semakin dikenal terjadi ketika Fathimah mengikuti diskusi mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Juni 2026. Dalam forum tersebut, ia berdiskusi dengan Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong mengenai manfaat program MBG sekaligus persoalan pembangunan di Indonesia.

Fathimah menyampaikan sudut pandang yang menyoroti prioritas pembangunan di tengah masih adanya persoalan mendasar di sejumlah wilayah. Ia menyinggung akses pendidikan dan infrastruktur dasar yang menurutnya masih menjadi tantangan bagi sebagian anak untuk memperoleh pendidikan secara layak.

Pernyataannya kemudian beredar luas di media sosial setelah sejumlah potongan video dari diskusi tersebut dibagikan. Cara Fathimah menyampaikan argumen secara tenang dan terstruktur turut membuat sosoknya semakin dikenal oleh publik di luar lingkungan kampus.

Jadi Sorotan saat Demo BEM UI

Nama Fathimah kembali ramai diperbincangkan setelah BEM UI menggelar aksi mahasiswa di kawasan Bundaran HI pada 18 Agustus 2026. Dalam perjalanan menuju lokasi, rombongan mahasiswa sempat tertahan di kawasan Sudirman dan terjadi perdebatan terkait pembatasan penggunaan mobil komando serta akses menuju Bundaran HI.

Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa sejumlah tuntutan yang mencakup pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), reforma agraria, harga kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi proyek strategis nasional (PSN), hingga kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Massa mahasiswa juga menyuarakan persoalan transfer ke daerah, penanganan bencana, serta penolakan terhadap tindakan represif dan intervensi aparat dalam ruang sipil.

Di tengah situasi yang memanas, Fathimah terlihat ikut berkomunikasi dengan aparat kepolisian. Momen ketika dirinya berhadapan dengan petugas kemudian menjadi salah satu bagian dari aksi yang banyak mendapat perhatian publik.

Perhatian terhadap Fathimah semakin besar setelah beredar rekaman yang memperlihatkan dirinya menangis di tengah situasi demonstrasi. Momen tersebut membuat profil dan rekam jejak Wakil Ketua BEM UI itu kembali dicari publik, terutama terkait latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi, serta aktivitasnya sebagai aktivis mahasiswa.