Netanyahu Pasang Foto Zohran Mamdani di Baliho, Ada Apa?

Genvoice.id | 19 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memasang foto Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam sebuah baliho bersama sejumlah tokoh yang selama ini dikenal berseberangan dengan Israel. Foto tersebut muncul menjelang pemilihan pendahuluan internal Partai Likud.

Netanyahu party campaign billboard likens Mamdani to leaders of Iran and  Hezbollah | Benjamin Netanyahu | The Guardian

Dalam baliho yang diunggah Netanyahu melalui akun X miliknya pada Senin (17/8), foto Mamdani ditempatkan dalam satu frame bersama Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, serta Sekretaris Jenderal Hizbullah Naem Qassem.

"Jangan biarkan mereka menang," tulis Netanyahu dalam unggahan tersebut.

Pemilihan tokoh-tokoh yang ditampilkan dalam baliho itu bukan tanpa alasan. Netanyahu selama ini menganggap Mojtaba Khamenei dan Naem Qassem sebagai ancaman bagi Israel. Pemerintah Israel juga diketahui memiliki hubungan yang tegang dengan keduanya.

Hubungan Netanyahu dengan Erdogan juga memburuk sejak perang Israel-Palestina kembali memanas. Presiden Turki tersebut berulang kali mengecam kebijakan Israel terhadap Palestina dan mengambil sejumlah langkah ekonomi terhadap Tel Aviv.

Perseteruan antara kedua pemimpin bahkan berlangsung secara terbuka. Netanyahu pernah menyebut Erdogan sebagai diktator dan meminta Presiden Turki tersebut berhenti membayangkan kebangkitan kembali kejayaan Kekaisaran Ottoman.

Sementara itu, hubungan Netanyahu dengan Mamdani juga tidak berjalan baik. Mamdani dikenal sebagai salah satu politisi Amerika Serikat yang secara terbuka mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina.

Wali Kota New York tersebut bahkan pernah mengatakan akan menangkap Netanyahu apabila sang perdana menteri Israel datang ke New York, dengan merujuk pada perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Sikap Mamdani terhadap konflik Israel-Palestina juga berseberangan dengan kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Ia secara terbuka mengecam tindakan Israel terhadap warga Palestina dan menggunakan istilah genosida ketika membahas konflik tersebut.

Muncul Jelang Pemilihan Internal Likud

Unggahan Netanyahu mengenai baliho tersebut muncul menjelang pemilihan pendahuluan Partai Likud. Pemilihan ini digunakan untuk menentukan daftar kandidat partai yang nantinya akan bersaing dalam pemilihan umum Israel pada Oktober mendatang.

Sebagai partai dengan jumlah kursi yang signifikan di parlemen, Likud berpeluang membentuk pemerintahan apabila berhasil memperoleh dukungan mayoritas dalam pemilu.

Netanyahu sendiri mengajak anggota Likud memilih kandidat yang menurutnya dapat menjaga arah politik partai. Dalam unggahan lainnya, ia mengatakan akan memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan untuk daftar kandidat yang dinilai mampu mencegah Gadi Eisenkot dan Yair Golan membentuk pemerintahan yang bergantung pada partai-partai Arab.

"Besok, saya akan memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan Likud untuk daftar pemenang yang akan memastikan bahwa Eisenkot dan Yair Golan tidak membentuk pemerintahan sempit dengan partai-partai Arab, seperti yang mereka janjikan," kata Netanyahu.

Meski demikian, Netanyahu menyatakan tidak akan mencampuri proses penyusunan daftar nasional kandidat Likud. Ia menyerahkan keputusan tersebut kepada anggota partai.

Sebagai ketua Likud, Netanyahu mengaku percaya para anggota partainya dapat menentukan perwakilan dengan mempertimbangkan penilaian masing-masing.

Likud Hadapi Tantangan dalam Survei

Keyakinan Netanyahu terhadap kekuatan Likud tidak sepenuhnya sejalan dengan sejumlah hasil survei terbaru. Survei Channel 13 yang dirilis pada Juli 2026 menunjukkan partai baru yang dibentuk Eisenkot, Yashar, memperoleh sedikit keunggulan atas Likud.

Dalam survei tersebut, Yashar diproyeksikan mendapatkan 23 kursi, sedangkan Likud memperoleh 22 kursi.

Survei yang sama juga memperlihatkan Eisenkot unggul dalam pertanyaan mengenai kandidat yang paling layak menjadi perdana menteri. Sebanyak 43 persen responden memilih Eisenkot, sementara 34 persen masih menilai Netanyahu sebagai sosok yang paling tepat untuk mempertahankan jabatan perdana menteri.

Kemunculan foto Mamdani bersama sejumlah tokoh yang menjadi lawan politik Israel dalam baliho Netanyahu pun menjadi bagian dari pesan politik menjelang pertarungan internal Likud dan pemilihan umum Israel yang akan datang.