Makan di Atas Jam 9 Malam Pemicu Berat Badan Naik? Cek Faktanya!

Genvoice.id | 19 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Mitos mengenai kebiasaan makan larut malam kerap dikaitkan langsung dengan penumpukan lemak perut dan kenaikan berat badan. Bagi sebagian orang yang gemar menikmati camilan saat bersantai di malam hari, dampaknya terhadap kesehatan dan bentuk tubuh tentu menjadi perhatian. Pahami bagaimana metabolisme tubuh bekerja di malam hari serta dampaknya terhadap manajemen berat badan.

Hubungan Antara Makan Larut Malam dan Kenaikan Berat Badan

Sesekali makan di atas jam 9 malam tidak serta-merta langsung menyebabkan penumpukan lemak. Namun, menurut spesialis penyakit dalam dan obesitas, Dr. Richele Corrado, kebiasaan ini dapat menjadi masalah jika dilakukan secara rutin beberapa kali dalam seminggu, terutama jika jenis makanan yang dikonsumsi adalah junk food atau makanan tinggi kalori.

Makan larut malam secara berulang berpotensi mengganggu ritme sirkadian (jam biologis) tubuh, yang berujung pada menurunnya kualitas tidur, perubahan metabolisme, serta naiknya hormon pemicu rasa lapar.

Peran Surplus Kalori dan Ritme Metabolisme

Studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition (2021) menunjukkan bahwa individu yang sering makan larut malam memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibandingkan mereka yang makan lebih awal, meskipun total asupan kalori harian dan tingkat aktivitas fisiknya setara.

Kendati demikian, penentu utama kenaikan berat badan secara medis tetaplah kondisi surplus kalori, yakni saat jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada kalori yang dibakar oleh tubuh melalui aktivitas harian dan metabolisme dasar.

Langkah Pencegahan Kenaikan Berat Badan akibat Makan Malam

Untuk meminimalkan risiko kesehatan dan menjaga berat badan tetap ideal, beberapa langkah praktis berikut dapat diterapkan:

  • Beri Jeda Waktu Tidur: Berikan jeda 2-3 jam antara waktu makan malam/nyemil dengan waktu tidur agar sistem pencernaan dapat bekerja optimal serta mencegah naiknya asam lambung.

  • Pilih Makanan Padat Nutrisi: Jika terpaksa harus makan di malam hari, pilih porsi wajar dari jenis makanan yang kaya serat dan protein (seperti buah, sayuran, biji-bijian, atau protein tanpa lemak) untuk memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa menyumbang kalori berlebih.

Kenaikan berat badan akibat makan larut malam pada dasarnya lebih dipengaruhi oleh kualitas makanan, porsi, dan kondisi surplus kalori harian daripada sekadar faktor jam makan saja.

Dengan menjaga pola makan yang seimbang, memilih jenis camilan yang padat nutrisi, serta memberi jeda waktu yang cukup sebelum tidur, kebiasaan makan malam dapat tetap dilakukan tanpa mengorbankan kesehatan maupun bentuk tubuh ideal.