Kenapa Kita Sering Salah Menaruh Barang Padahal Baru Saja Memegangnya?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah memegang kunci, dompet, atau ponsel, lalu beberapa menit kemudian bingung mencari barang tersebut? Kita bahkan bisa merasa sudah meletakkannya di suatu tempat, tetapi tidak ingat persis di mana.
Kejadian seperti ini cukup umum. Bukan selalu karena daya ingat buruk, tetapi karena perhatian kita saat melakukan sesuatu tidak selalu sepenuhnya tertuju pada tindakan tersebut.
Otak Tidak Merekam Semua Gerakan
Ketika melakukan aktivitas yang sudah sangat biasa, otak tidak perlu memberikan perhatian penuh pada setiap langkah.
Misalnya, menaruh kunci setelah pulang ke rumah sudah menjadi rutinitas. Kita bisa melakukannya sambil memikirkan pekerjaan, membaca pesan, atau berbicara dengan orang lain.
Akibatnya, tindakan menaruh kunci mungkin tidak tersimpan sebagai ingatan yang kuat.
Kita Sering Melakukannya Secara Otomatis
Rutinitas membuat banyak aktivitas sehari-hari berjalan hampir otomatis.
Kita membuka pintu, meletakkan tas, mengambil ponsel, lalu menaruh kunci tanpa benar-benar memperhatikan setiap gerakannya.
Ketika kemudian membutuhkan kunci, kita mencoba mengingat kembali sesuatu yang sejak awal tidak terlalu diperhatikan.
Inilah yang membuat proses mencarinya terasa seperti mencari sesuatu yang "hilang dari ingatan".
Perhatian Terbagi Bisa Menjadi Penyebab
Bayangkan sedang terburu-buru keluar rumah sambil menjawab pesan di ponsel.
Kunci mungkin diletakkan di atas meja, tetapi perhatian kita justru tertuju pada percakapan di layar.
Beberapa menit kemudian, kita tidak lagi mengingat lokasi kunci.
Masalahnya bukan semata-mata ingatan yang gagal, tetapi informasi mengenai lokasi barang tersebut mungkin tidak pernah diproses secara mendalam sejak awal.
Barang yang Sering Dicari Biasanya Barang yang Sering Dipakai
Menariknya, benda yang paling sering hilang justru biasanya benda yang digunakan setiap hari.
Kunci, dompet, ponsel, kacamata, dan earphone berpindah tempat berkali-kali dalam sehari.
Karena frekuensi penggunaannya tinggi, kita juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk menaruhnya di lokasi berbeda.
Tidak mengherankan jika akhirnya kita lupa meletakkannya di mana.
Kenapa Kadang Kita Menemukannya di Tempat yang Tidak Masuk Akal?
Ketika sedang melakukan beberapa aktivitas sekaligus, barang bisa diletakkan di tempat yang tidak biasa.
Misalnya, ponsel yang biasanya diletakkan di meja justru masuk ke dalam kulkas? Tentu contoh ekstrem seperti itu jarang terjadi, tetapi meletakkan barang di tempat yang tidak biasa bisa terjadi ketika perhatian sedang terbagi.
Kita kemudian mencari berdasarkan kebiasaan, bukan berdasarkan apa yang sebenarnya dilakukan beberapa menit sebelumnya.
Kembali ke Aktivitas Sebelumnya Bisa Membantu
Salah satu cara yang sering membantu adalah mengingat kembali apa yang dilakukan sebelum menyadari barang tersebut hilang.
Misalnya, sebelum kehilangan kunci kita baru saja membuka tas, mengambil minuman, atau menerima telepon.
Mengingat kembali urutan aktivitas dapat membantu menemukan petunjuk mengenai lokasi barang.
Kadang-kadang, kembali ke tempat terakhir kita melakukan aktivitas tertentu juga dapat memicu ingatan yang sebelumnya sulit diakses.
Bukan Barangnya yang Hilang dari Ingatan
Ketika kita lupa menaruh sesuatu, sebenarnya informasi tersebut tidak selalu benar-benar hilang.
Bisa saja perhatian kita saat melakukan tindakan tersebut terlalu rendah sehingga ingatan tentang lokasinya tidak terbentuk dengan kuat.
Itulah mengapa kita terkadang tiba-tiba berkata, "Oh iya, tadi gue taruh di situ!" setelah melihat tempat tertentu atau mengingat aktivitas sebelumnya.
Jadi, kalau sering lupa menaruh barang, mungkin masalahnya bukan karena kita tidak punya ingatan yang baik. Bisa jadi kita memang tidak benar-benar memperhatikan ketika meletakkannya.