Kenapa Kita Sering Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap?

Genvoice.id | 19 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah melihat seseorang menguap lalu beberapa detik kemudian ikut menguap? Bahkan hanya membaca atau memikirkan kata "menguap" saja terkadang bisa membuat kita ingin membuka mulut lebar-lebar.

Fenomena tersebut dikenal sebagai contagious yawning atau menguap yang menular. Menariknya, penyebabnya ternyata tidak sesederhana karena kita ikut merasa mengantuk.

Menguap Memang Bisa "Menular"

Menguap dapat muncul setelah melihat orang lain menguap, mendengar suara menguap, atau bahkan memikirkan aktivitas tersebut.

Fenomena ini telah diamati pada manusia dan beberapa hewan sosial. Namun, seberapa sering seseorang mengalami menguap yang menular dapat berbeda-beda.

Jadi, tidak semua orang yang melihat orang lain menguap otomatis akan ikut menguap.

Otak Memproses Apa yang Kita Lihat

Salah satu penjelasan yang banyak diteliti berkaitan dengan kemampuan otak merespons perilaku orang lain.

Ketika melihat seseorang melakukan tindakan tertentu, otak kita ikut memproses tindakan tersebut. Pada kondisi tertentu, proses tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya respons yang serupa.

Namun, para peneliti masih mempelajari mekanisme pasti di balik menguap yang menular.

Bukan Selalu Karena Mengantuk

Menguap memang sering dikaitkan dengan rasa lelah atau mengantuk, tetapi seseorang juga bisa menguap ketika sedang santai, bosan, atau mengalami perubahan tingkat kewaspadaan.

Karena itu, melihat orang lain menguap tidak berarti kita tiba-tiba menjadi lebih lelah.

Respons tersebut dapat terjadi karena otak merespons isyarat perilaku dari orang di sekitar.

Lingkungan Sosial Bisa Berpengaruh

Menariknya, penelitian mengenai menguap yang menular juga menemukan adanya hubungan dengan faktor sosial pada manusia.

Respons tersebut cenderung lebih sering dibahas dalam konteks hubungan sosial dan kemampuan seseorang memahami kondisi orang lain.

Meski demikian, menganggap menguap yang menular semata-mata sebagai tanda empati juga terlalu sederhana. Banyak faktor lain yang dapat memengaruhinya, termasuk perhatian dan kondisi seseorang saat itu.

Kenapa Kita Tidak Selalu Ikut Menguap?

Kalau menguap memang bisa menular, kenapa kita tidak menguap setiap kali melihat orang lain melakukannya?

Karena respons manusia tidak otomatis.

Perhatian terhadap orang lain, tingkat kelelahan, kondisi tubuh, dan berbagai faktor psikologis dapat memengaruhi kemungkinan seseorang ikut menguap.

Bahkan, ada orang yang sangat mudah ikut menguap dan ada pula yang hampir tidak pernah mengalaminya.

Membaca Tentang Menguap Bisa Memicunya

Bagian yang paling menarik adalah fenomena ini tidak selalu membutuhkan orang lain secara langsung.

Ketika seseorang membaca, mendengar, atau memikirkan tentang menguap, perhatian terhadap tindakan tersebut bisa meningkat.

Karena itu, tidak aneh jika setelah membaca artikel ini kamu tiba-tiba merasa ingin menguap.

Menguap Ternyata Lebih Rumit dari yang Terlihat

Menguap merupakan perilaku sederhana yang dilakukan hampir semua manusia, tetapi mekanismenya cukup kompleks.

Menguap dapat berkaitan dengan perubahan kondisi tubuh dan kewaspadaan, sementara menguap yang menular menunjukkan bahwa perilaku orang lain juga dapat memengaruhi respons kita.

Jadi, kalau seseorang di sebelahmu menguap lalu kamu ikut menguap, belum tentu karena kalian sama-sama kurang tidur.

Bisa saja otakmu baru saja merespons perilaku yang kamu lihat.