Bocoran Gameplay dan Peta GTA 6 Beredar, Kelompok CyberLeek Ancam Rockstar
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bocoran terbaru terkait "Grand Theft Auto 6" (GTA 6) kembali menghebohkan komunitas gamer. Dua video yang diduga memperlihatkan gameplay serta gambar yang diklaim sebagai peta lengkap game tersebut beredar di internet.
Dalam salah satu video, karakter utama Jason terlihat bermain basket di sekitar rumahnya. Sementara video lainnya memperlihatkan Jason mengendarai mobil hingga menyerang seorang NPC. Selain itu, sebuah gambar yang disebut-sebut sebagai peta lengkap GTA 6 juga muncul secara online.
Meski belum diketahui secara pasti dari mana aset tersebut berasal maupun kapan materi itu dibuat, sejumlah unggahan tersebut mengarah pada situs dan mata uang kripto yang dikaitkan dengan kelompok bernama CyberLeek.
Kelompok tersebut diketahui mempublikasikan sebuah manifesto yang berisi tiga tuntutan terhadap Rockstar Games dan sejumlah penerbit game lainnya. Isi manifesto itu tampaknya berkaitan dengan kritik terhadap industri game yang semakin mengarah ke sistem digital.
CyberLeek menyoroti sejumlah isu, termasuk tidak tersedianya cakram fisik untuk GTA 6. Mereka juga mengkritik praktik penerbit yang dianggap menawarkan DLC single-player "palsu" serta menghapus konten single-player yang sebelumnya telah dibeli konsumen.
Dalam manifesto tersebut, CyberLeek turut membawa kasus "The Crew", game Ubisoft yang servernya dihentikan sehingga tidak lagi dapat dimainkan oleh konsumen yang telah membelinya. Kasus tersebut sebelumnya menjadi salah satu pemicu gerakan konsumen Stop Killing Games.
CyberLeek kemudian memberikan ancaman kepada perusahaan-perusahaan game lain. Kelompok tersebut menyatakan bahwa jika mereka mampu menargetkan Rockstar, tidak ada penerbit besar yang benar-benar aman dari ancaman kebocoran serupa.
Hingga kini, keaslian video gameplay dan gambar peta GTA 6 tersebut masih belum dikonfirmasi. Rockstar Games dan perusahaan induknya, Take-Two Interactive, juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai materi yang beredar.
Namun, sejumlah unggahan terkait bocoran tersebut dilaporkan mulai menghilang dari berbagai platform media sosial. Di sisi lain, memecoin yang dipromosikan melalui materi tersebut mendapatkan perhatian besar dari pengguna internet. Kondisi itu juga memunculkan kekhawatiran bahwa aset kripto tersebut mungkin berkaitan dengan modus penipuan.
Jika bocoran tersebut terbukti asli, kemunculannya terjadi hanya beberapa hari sebelum Rockstar dijadwalkan merilis "Grand Theft Auto 6: An Extended Look". Materi tersebut akan tayang secara eksklusif di Netflix selama enam jam pada 27 Agustus 2026 sebelum tersedia di platform lain, termasuk YouTube.
GTA 6 sendiri bukan pertama kalinya menjadi sasaran kebocoran besar. Pada 2022, lebih dari 90 video dan gambar dari versi awal game tersebut tersebar setelah sistem Rockstar diretas. Insiden itu menjadi salah satu kebocoran terbesar dalam sejarah industri game.
Kebocoran kembali terjadi pada Desember 2023 ketika trailer perdana GTA 6 muncul di internet kurang dari 24 jam sebelum jadwal penayangan resminya. Rockstar kemudian memutuskan mengunggah trailer tersebut secara resmi lebih awal.
Pada April 2026, Rockstar juga mengonfirmasi adanya akses terhadap sejumlah informasi perusahaan yang tidak bersifat material dalam sebuah insiden kebocoran data pihak ketiga. Perusahaan menegaskan kejadian tersebut tidak berdampak terhadap operasional maupun para pemainnya.
"Grand Theft Auto 6" dijadwalkan meluncur untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S pada 19 November 2026. Jika materi terbaru yang beredar terbukti autentik, bocoran ini menjadi salah satu gangguan terbaru yang kembali menempatkan Rockstar dalam sorotan menjelang perilisan game yang sangat dinantikan tersebut.