Persijap Hujan Kartu Kuning tapi Tak Terkalahkan! Pelatih Ungkap Strategi Agresif yang Berisiko

Genvoice.id | 19 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, buka-bukaan soal strategi yang membuat timnya diganjar 10 kartu kuning hanya dalam dua laga awal BRI Super League 2025/2026. Meski mengakui bahwa jumlah kartu itu terlalu banyak, pelatih asal Portugal tersebut tetap bersikukuh bahwa pendekatan agresif adalah kunci untuk mencuri poin di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

"Tentu saja, terlalu banyak kartu, terlalu banyak. Tapi menurut saya, dengan tim yang kami miliki, kami harus berjuang. Kami harus menjadi tim yang agresif," ujar Lemos dalam konferensi pers usai laga kontra Persib Bandung, Selasa 19 Agustus, di Stadion Gelora Bumi Kartini.

Persijap tampil mengejutkan di dua pekan pertama musim ini. Setelah menahan imbang PSM Makassar 1-1 di pekan pembuka, dengan enam kartu kuning, Laskar Kalinyamat kemudian menumbangkan juara bertahan Persib Bandung 2-1 dan kembali mengoleksi empat kartu kuning tambahan.

"Permainan ini adalah tentang mendapatkan poin. Bagaimanapun kita bisa mendapatkan poin, itu sangat penting. Dan tentu saja, mungkin terlalu banyak kartu. Tapi empat poin, itu bagus," lanjut Lemos dengan nada puas.

Kemenangan atas Persib ini terasa sangat istimewa karena merupakan tiga poin perdana Persijap di Liga 1 setelah 11 tahun absen dari kasta tertinggi. Mario Lemos pun mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu bangkit setelah sempat disamakan.

"Saya sangat bangga dengan para pemain. Kami adalah tim baru di Liga 1. Skornya sempat 1-1, tapi kami bisa bangkit. Ini cukup luar biasa," ucap Lemos.

Salah satu pahlawan dalam dua laga awal Persijap adalah Carlos Franca, striker asal Brasil yang tampil tajam dengan mencetak dua gol beruntun. Franca mencetak gol di laga melawan PSM dan kembali menjebol gawang Persib di pekan kedua. Meski jadi penentu hasil positif tim, pemain yang pernah memperkuat Mohammedan SC di India itu tetap rendah hati.

"Yang terpenting adalah kemenangan untuk tim, mendapatkan tiga poin. Dua gol itu hanyalah bonus. Yang penting saya bisa membantu rekan-rekan dan tim," ujar Franca.

Dengan koleksi empat poin dari dua laga dan mentalitas pantang menyerah, Persijap kini menjadi salah satu tim promosi yang patut diperhitungkan. Namun, pendekatan keras dan agresif ala Lemos juga menyisakan pekerjaan rumah, terutama soal disiplin pemain agar tidak terlalu sering mendapat kartu.

Laga selanjutnya akan menjadi ujian berat lainnya bagi Persijap, karena mereka harus bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, pada Sabtu 24 Agustus mendatang.