Skandal Mode Mewah! Pacar Lisa BLACKPINK Frederic Arnault Terseret Kasus Eksploitasi Buruh Loro Piana
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia mode mewah kembali diguncang skandal. Merek fesyen elit asal Italia, Loro Piana, resmi ditempatkan di bawah pengawasan pengadilan Milan akibat dugaan keterlibatan dalam eksploitasi buruh ilegal asal Tiongkok. Sorotan publik semakin memanas karena Frederic Arnault, CEO muda yang juga dikenal sebagai kekasih Lisa BLACKPINK, berada di pucuk kepemimpinan merek ini.Carabinieri (polisi Italia) menyatakan bahwa Loro Piana gagal mengontrol rantai produksinya.
Perusahaan ini diduga menyerahkan pengerjaan produk seperti jaket kasmir ke perusahaan bayangan tanpa fasilitas produksi, yang kemudian melempar pekerjaan ke bengkel-bengkel kecil di Milan yang dikelola pengusaha asal China.
Hasil penyelidikan mengungkapkan kondisi mengenaskan: pekerja ilegal dipaksa bekerja dengan upah minim, jam kerja brutal, tanpa istirahat, dan tanpa perlindungan keselamatan kerja.
Bahkan ada laporan pekerja dipukul karena menuntut gaji yang belum dibayarkan. Pengadilan Milan menempatkan Loro Piana di bawah pengawasan selama satu tahun. Namun, langkah ini disebut sebagai pencegahan, bukan hukuman, dengan tujuan mencegah praktik kriminal merusak merek-merek besar.
"Ini untuk memotong rantai eksploitasi buruh ilegal yang kerap luput dari pengawasan," ujar perwakilan pengadilan.
Pihak Loro Piana mengklaim baru mengetahui skema ini pada 20 Mei 2025 dan memutus kontrak dengan pemasok bermasalah dalam waktu 24 jam. Mereka menegaskan komitmen terhadap hak asasi manusia serta rantai pasok yang etis.
Namun, fakta bahwa Frederic Arnault memimpin perusahaan ini membuat sorotan publik semakin tajam. Skandal ini mengingatkan pada kasus serupa di grup induk LVMH, di mana Dior, merek lain di bawah naungan Bernard Arnault, dijatuhi denda €2 juta pada Mei lalu karena pelanggaran serupa.
Dalam kasus ini, otoritas Italia menjatuhkan denda lebih dari €181.000 serta hukuman administratif senilai 60.000 pound sterling. Dua pabrik milik warga China ditutup akibat pelanggaran serius terhadap keselamatan kerja dan penggunaan tenaga kerja ilegal. Beberapa pekerja bahkan diketahui tidak memiliki izin tinggal.
Skandal ini membuka sisi gelap industri mode mewah yang sering dianggap glamor. Pertanyaannya kini: apakah ini hanya puncak gunung es dari praktik buruh eksploitatif yang melibatkan merek-merek elit dunia?