Donald Trump Gugat Wall Street Journal dan Rupert Murdoch karena Laporan soal Epstein
JAKARTA, GENVOICE.ID - Donald Trump menggugat Rupert Murdoch, Wall Street Journal, serta dua jurnalisnya dengan tuduhan pencemaran nama baik terkait laporan yang menyebut dirinya pernah mengirim surat ulang tahun bernada cabul kepada pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Gugatan tersebut diajukan pada Jumat (19/7) di pengadilan federal distrik selatan Florida, Miami. Trump juga menargetkan Dow Jones dan News Corp-perusahaan induk dari Wall Street Journal-dalam gugatan ini. Ia menuntut ganti rugi sebesar minimal 10 miliar dolar AS.
Langkah hukum ini merupakan tindak lanjut dari ancaman Trump sebelumnya setelah laporan Wall Street Journal menyebut dirinya mengirimkan gambar wanita telanjang lengkap dengan catatan bernada sugestif kepada Epstein pada tahun 2003. Surat tersebut kabarnya merupakan bagian dari album ulang tahun ke-50 Epstein yang disusun oleh Ghislaine Maxwell, rekan dekat Epstein yang saat ini menjalani hukuman 20 tahun penjara karena terbukti melakukan perdagangan seks dan kejahatan lainnya sejak 2021.
Dalam laporan itu, disebutkan gambar tersebut hanya terdiri dari dua lengkungan kecil sebagai simbol payudara, serta tanda tangan "Donald" yang digambarkan menyerupai rambut kemaluan. Isi pesan di surat tersebut diduga berbunyi: "Selamat ulang tahun - dan semoga setiap hari jadi rahasia indah lainnya."
Trump secara tegas membantah laporan itu. Ia menyebut surat tersebut palsu dan tidak pernah dibuatnya. Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menegaskan bahwa dirinya telah memperingatkan Murdoch soal rencana gugatan tersebut.
Langkah hukum ini menambah panjang daftar upaya Trump melawan pemberitaan media yang dinilainya merugikan reputasinya, terutama menjelang pemilu presiden AS yang semakin dekat. Trump, yang kembali mencalonkan diri sebagai kandidat Partai Republik, berulang kali membantah memiliki hubungan erat dengan Epstein, meski sejumlah foto lama dan laporan publik menunjukkan mereka pernah beberapa kali bertemu.
Gugatan ini diprediksi akan menjadi sorotan besar publik dan media, karena menyangkut figur politik ternama, skandal Epstein yang masih membayangi elite global, serta kebebasan pers yang kini kembali dipertaruhkan di pengadilan.