Beras Naik Lagi! Zulhas Ungkap Penyebab dan Janji Harga Turun 1-2 Minggu Lagi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Harga beras naik lagi, Zulhas ungkap penyebab kenaikan dan janji harga turun 1-2 minggu lagi berkat stok SPHP dan panen raya Agustus 2025.
Harga beras lagi-lagi bikin heboh! Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengaku kenaikan harga ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, kenaikan terjadi karena musim panen pertama sudah berakhir.
Begitu panen raya habis, produksi di sejumlah daerah langsung melandai karena para petani mulai masuk ke masa tanam kedua. Tenang, Zulhas bilang panen raya baru akan dimulai lagi sekitar Agustus 2025.
"Kalau musim panen itu kemarin, panen raya mulai Maret, April. Saat ini masih belum (panen lagi). Baru bulan depan panen raya lagi, Agustus," kata Zulhas, Jumat (18/7/2025).
Biar harga beras nggak makin menggila, pemerintah menggelontorkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebanyak 1,3 juta ton untuk periode Juli sampai Desember 2025.
Beras ini sudah bisa dibeli di pasar tradisional dan koperasi dengan kemasan 5 kg. Harganya juga sudah dipatok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 12.500/kg, alias Rp 62.500 untuk 5 kg. Zulhas berharap langkah ini bisa bikin harga beras balik stabil di pasaran.
"Dengan harga Rp 62.500/5 kg jatuhnya Rp 12.500/kg. Mudah-mudahan ini bisa membantu menstabilkan harga yang di beberapa tempat ada kenaikan," jelas Zulhas.
Harga Turun 1-2 Minggu Lagi?
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, optimistis harga beras nggak akan bertahan lama di level tinggi. Ia yakin dalam 1-2 minggu ke depan harga bakal turun.
"Seluruh Indonesia bergerak bersama-sama. Kami yakin 1-2 minggu harga beras dapat turun," ucapnya.
Untuk menyalurkan beras SPHP ini, pemerintah menggandeng jaringan Bulog, PT Pos Indonesia, ID Food, PTPN, hingga Pupuk Indonesia Holding Company.
Data Panel Harga Pangan Nasional per Jumat (18/7/2025) pukul 17.30 WIB menunjukkan rata-rata harga beras medium nasional ada di Rp 14.314/kg, naik 14,51% di atas HET Rp 12.500/kg.
Sementara beras premium rata-rata nasional sudah tembus Rp 16.072/kg, atau naik 7,87% dari HET Rp 14.900/kg. Dengan intervensi pemerintah ini, publik berharap harga beras segera balik ke level normal. Kalau enggak, bisa-bisa kantong rakyat makin tipis.