Tiap 5 Menit 2 Orang Meninggal karena TBC! Ini 4 Cara Ampuh Cegah Penularannya, Kamu Wajib Tahu
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kamu tahu nggak sih kalau penyakit tuberkulosis (TBC) masih jadi penyebab kematian utama di Indonesia? Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, sebanyak 134 ribu jiwa meninggal dunia tiap tahun karena TBC, atau kira-kira dua orang meninggal setiap lima menit. Angka ini jelas bikin ngeri, apalagi karena TBC sebenarnya penyakit yang bisa disembuhkan dan dicegah.
Masalahnya, masih banyak masyarakat yang nggak aware dan baru sadar saat gejala udah parah. Padahal, menurut Prof. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus pakar paru, ada empat langkah utama yang bisa bantu kamu mencegah penyebaran penyakit ini. Yuk simak!
1. Jangan Tunggu Parah, Langsung Obati
Langkah pertama yang ditekankan Prof. Tjandra adalah pentingnya mengobati penderita TBC sedini mungkin. Karena semakin lama dibiarkan, makin besar juga risiko penularannya ke orang lain.
"Pertama kalau ada yang sakit maka harus segera diobati agar tidak menular ke orang lain," jelasnya, dilansir dari ANTARA.
Kalau kamu kenal seseorang yang batuk lama nggak sembuh-sembuh, jangan ragu buat kasih saran untuk periksa. Apalagi sekarang, layanan deteksi TBC bisa diakses secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.
2. Vaksin BCG Masih Penting untuk Bayi
Buat kamu yang baru jadi orang tua, jangan lupa pentingnya vaksin BCG untuk bayi. Meski belum bisa memberikan perlindungan menyeluruh, vaksin ini tetap efektif untuk mencegah TBC berat dan risiko kematian pada anak-anak.
"Masyarakat diimbau melakukan vaksinasi BCG untuk bayi meski perlindungan atau proteksi hanya sebagian," kata Prof. Tjandra.
Kabar baiknya, vaksin TBC generasi terbaru saat ini masih dikembangkan dan sedang menunggu hasil uji klinis. Jadi, vaksin BCG tetap jadi langkah awal terbaik.
3. Terapi Pencegahan untuk yang Serumah dengan Penderita
Kalau kamu tinggal satu rumah atau sering berinteraksi dengan penderita TBC, ada kemungkinan kamu masuk kriteria untuk dapat Terapi Pencegahan TBC (TPT). Ini adalah bentuk perlindungan medis yang dirancang untuk mencegah infeksi aktif di tubuh kamu. Tentunya, pemberian terapi ini harus melalui pemeriksaan dan rekomendasi dari tenaga medis.
4. Gaya Hidup Sehat Itu Penting Banget
TBC bisa menyerang siapa aja, tapi daya tahan tubuh yang kuat bisa jadi benteng alami kamu. Itu kenapa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) wajib diterapkan. Mulai dari rajin cuci tangan, jaga kebersihan rumah, makan makanan bergizi, sampai istirahat cukup.
"Masyarakat diimbau selalu melakukan perilaku hidup bersih sehat untuk menjaga daya tahan tubuh," lanjut Prof. Tjandra.
Pengobatan 4 Bulan Masih Belum Berlaku di Indonesia
FYI, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya udah merekomendasikan terapi TBC dengan durasi 4 bulan. Tapi sayangnya, menurut Prof. Tjandra, Indonesia belum bisa menerapkan metode ini secara luas.
"Mungkin negara tetangga sudah ada yang pakai," jelasnya.
Untuk saat ini, pasien TBC di Indonesia tetap menjalani pengobatan dengan durasi 6 bulan atau lebih, tergantung kondisi masing-masing.
Pemerintah Sudah Siapkan Layanan Gratis, Tinggal Kamu yang Peduli
Lewat Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), pemerintah sudah menyediakan layanan deteksi dan pengobatan TBC secara gratis. Tapi kunci keberhasilan program ini tetap ada di tangan kamu dan masyarakat luas.
"Tugas kita adalah menemukan penderita TBC di sekitar kita, memberikan pengobatan sampai selesai, dan memberikan obat pencegahan bagi orang yang tinggal serumah," tegas Menkes Budi.
TBC memang menular dan bisa berakibat fatal, tapi bukan berarti kamu nggak bisa melawannya. Mulai dari deteksi dini, vaksinasi, hingga gaya hidup sehat, semua bisa kamu lakukan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitarmu.
Yuk, jangan anggap remeh. Semakin cepat kita sadar, semakin besar peluang Indonesia bebas TBC di masa depan. Stay sehat, Gen!