The Strokes Kritik Keras Pemerintah AS Lewat Penampilan di Coachella Week 2

Genvoice.id | 19 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Penampilan The Strokes di Coachella Valley Music and Arts Festival akhir pekan kedua 2026 ditutup dengan pesan politik yang kuat dan menjadi sorotan publik. Band asal Amerika Serikat itu menghadirkan visual kontroversial saat menyelesaikan set mereka pada 18 April.

Dalam lagu penutup "Oblivius", layar panggung menampilkan rangkaian gambar tokoh dunia seperti Omar Torrijos, Jacobo Árbenz, dan Jaime Roldós Aguilera yang disebut sebagai pemimpin yang digulingkan dengan keterlibatan Central Intelligence Agency.

Tak hanya itu, sosok Martin Luther King Jr. juga ditampilkan, disertai tulisan yang menyebut pemerintah Amerika Serikat dinyatakan bersalah dalam gugatan perdata terkait kematiannya. Visual tersebut kemudian ditutup dengan adegan serangan rudal di Gaza sebelum layar berubah menjadi hitam, menciptakan suasana yang kontras dan penuh pesan.

Aksi ini melanjutkan nuansa politis yang sebelumnya sudah terlihat pada penampilan mereka di akhir pekan pertama. Vokalis Julian Casablancas sempat menyinggung isu wajib militer di Amerika Serikat dengan komentar bernada sindiran kepada penonton.

Meski dikenal dengan gaya santai dan humoris, termasuk candaan soal jadwal tampil dan referensi budaya pop, The Strokes tetap menyisipkan kritik sosial dalam penampilan mereka.

Secara musikal, band ini membawakan berbagai lagu dari katalog lama hingga rilisan terbaru. Lagu-lagu seperti "Last Nite", "Reptilia", dan "Someday" tetap menjadi andalan, sementara di pekan kedua mereka memperluas setlist dengan "Hard to Explain", "You Only Live Once", hingga "Ode to the Mets". Mereka juga memperkenalkan lagu terbaru berjudul "Going Shopping".

Penampilan di Coachella ini menjadi bagian dari rangkaian menuju perilisan album terbaru mereka, "Reality Awaits", sekaligus tur dunia yang dijadwalkan dimulai pada Juni 2026 dengan sejumlah kota di Amerika Utara, Eropa, dan Asia sebagai tujuan.