Project Hail Mary: Benarkah Matematika Jadi Kunci Komunikasi dengan Alien?

Genvoice.id | 19 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Film Project Hail Mary menghadirkan satu ide menarik yang bikin banyak orang berpikir, bagaimana jika manusia benar-benar bertemu alien? Apakah kita bisa berkomunikasi dengan mereka?

Dalam cerita, tokoh Ryland Grace-yang diperankan Ryan Gosling-harus menghadapi tantangan besar saat bertemu makhluk luar angkasa bernama Rocky. Uniknya, Rocky tidak berbicara dengan bahasa seperti manusia, melainkan menggunakan nada-nada musik.

Alih-alih panik, Grace justru menggunakan pendekatan ilmiah. Ia membangun sistem penerjemahan berbasis pola dan logika untuk memahami "bahasa" Rocky. Dari sini muncul satu gagasan besar: bahwa matematika dan hukum alam bisa menjadi jembatan komunikasi antarspesies.

Matematika sebagai "Bahasa Universal"

Gagasan bahwa matematika bisa menjadi bahasa universal sebenarnya bukan hal baru. Sejak lama, para ilmuwan percaya bahwa angka, pola, dan hukum fisika bersifat konsisten di seluruh alam semesta-tidak bergantung pada budaya atau bahasa.

Artinya, meskipun dua peradaban berasal dari planet berbeda, mereka kemungkinan besar tetap memahami konsep dasar seperti bilangan, pola, atau hubungan sebab-akibat.

Ide Lama yang Unik dan Nyeleneh

Upaya berkomunikasi dengan alien bahkan sudah dipikirkan sejak abad ke-19. Matematikawan Jerman Carl Friedrich Gauss pernah mengusulkan ide unik: menanam pohon di Siberia dalam pola Teorema Pythagoras agar bisa dilihat dari luar angkasa.

Tak kalah menarik, astronom Austria Joseph von Littrow juga pernah mengusulkan membuat pola raksasa di Gurun Sahara menggunakan api agar menarik perhatian makhluk luar angkasa.

Meski terdengar aneh dan tidak pernah diwujudkan, ide-ide ini menunjukkan satu hal: manusia percaya bahwa matematika adalah simbol kecerdasan yang bisa dikenali siapa pun-termasuk alien.

Belajar dari Makhluk Bumi

Di era modern, pendekatan ilmiah justru lebih realistis. Alih-alih langsung menargetkan alien, para peneliti mencoba memahami komunikasi dengan makhluk di Bumi yang memiliki sistem kognitif berbeda, seperti lebah.

Penelitian menunjukkan bahwa lebah mampu memahami konsep matematika sederhana, seperti penjumlahan dan pengurangan. Ini memberi harapan bahwa komunikasi lintas spesies-meskipun sulit-bukan hal yang mustahil.

Tantangan Nyata: Jarak dan Waktu

Meski matematika terlihat menjanjikan, tantangan terbesar tetap pada jarak antar bintang. Bintang terdekat saja berjarak lebih dari 4 tahun cahaya, yang berarti satu kali komunikasi bolak-balik bisa memakan waktu lebih dari satu dekade.

Ini membuat komunikasi dengan alien bukan hanya soal bahasa, tapi juga soal kesabaran dan teknologi.

Fiksi yang Berakar pada Sains

Apa yang ditampilkan dalam Project Hail Mary memang fiksi, tapi tidak sepenuhnya mengada-ada. Film ini justru mengambil dasar dari pemikiran ilmiah yang sudah lama berkembang.

Pada akhirnya, pertanyaan "apakah matematika bisa jadi bahasa universal?" masih belum punya jawaban pasti. Namun satu hal jelas-jika manusia suatu hari bertemu alien, kemungkinan besar komunikasi pertama tidak dimulai dengan kata-kata, melainkan dengan pola, angka, dan logika.