Lebaran Jangan Cuma Makan dan Maaf-maafan, Ini Amalan Sunnah yang Sering Terlewat
JAKARTA, GENVOICE.ID-Lebaran selalu identik dengan suasana hangat, kumpul keluarga, dan makanan enak. Tapi di balik itu semua, ada hal penting yang kadang tanpa sadar kelewat, amalan sunnah yang justru bikin momen Idul Fitri jadi lebih bermakna.
Biar nggak sekadar jadi rutinitas tahunan, penting banget buat tahu apa saja yang dicontohkan dalam Islam saat merayakan hari kemenangan ini.
Hari raya Idul Fitri jadi momen spesial bagi umat Islam untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa di Ramadan.
Dilansir dari laman Kemenag, Rasulullah SAW pertama kali merayakan Idul Fitri pada tahun kedua Hijriah atau sekitar 624 M, setelah Perang Badar. Sejak saat itu, ada berbagai amalan yang dicontohkan beliau untuk mengisi hari raya dengan tetap bernilai ibadah.
1. Perbanyak Takbir Sejak Malam Lebaran
Gen, salah satu amalan sunnah yang paling utama adalah memperbanyak takbir.
Rasulullah SAW mengumandangkan takbir sejak malam terakhir Ramadan sampai pagi hari 1 Syawal. Hal ini juga sesuai dengan firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 185 yang menganjurkan untuk mengagungkan Allah setelah menyempurnakan Ramadan.
Takbir bisa dikumandangkan di mana saja, mulai dari rumah sampai masjid, bahkan di perjalanan.
2. Tampil Rapi dan Pakai yang Terbaik
Lebaran juga jadi momen untuk menunjukkan kebahagiaan, Gen. Makanya, dianjurkan untuk berhias, mulai dari membersihkan diri, pakai wewangian, sampai mengenakan pakaian terbaik. Nggak harus selalu baru, tapi yang paling rapi dan pantas dipakai.
Tapi khusus perempuan, tetap harus memperhatikan batasan syariat, seperti tidak membuka aurat dan tidak berlebihan dalam berhias.
3. Makan Sebelum Salat Id
Gen, ini yang kadang dianggap sepele tapi ternyata sunnah penting. Sebelum berangkat salat Idul Fitri, Rasulullah SAW biasa makan terlebih dahulu, biasanya kurma dalam jumlah ganjil seperti tiga, lima, atau tujuh.
Hal ini jadi penegasan bahwa di hari Lebaran, umat Islam tidak berpuasa. Bahkan, hari ini termasuk yang diharamkan untuk berpuasa.
4. Menunaikan Salat Idul Fitri
Salat Id jadi momen utama dalam perayaan Lebaran. Rasulullah SAW melaksanakan salat Id bersama keluarga dan para sahabat, termasuk perempuan dan anak-anak. Menariknya, beliau juga melewati rute yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat.
Pelaksanaan salat Id biasanya dilakukan setelah matahari naik, agar umat Islam punya waktu menunaikan zakat fitrah terlebih dahulu.
5. Datang ke Tempat Keramaian
Lebaran juga bukan cuma soal ibadah formal. Rasulullah SAW pernah menemani Aisyah menyaksikan pertunjukan di hari raya. Ini menunjukkan bahwa menikmati hiburan yang positif juga diperbolehkan selama tetap dalam batas yang wajar.
6. Silaturahmi ke Rumah Kerabat
Tradisi keliling ke rumah keluarga ternyata sudah ada sejak zaman Rasulullah.
Gen, beliau dan para sahabat saling mengunjungi saat Lebaran, saling mendoakan, dan mempererat hubungan. Ini yang jadi esensi dari silaturahmi yang masih dijaga sampai sekarang.
7. Saling Mengucapkan Selamat
Ngucapin "Selamat Hari Raya" atau "Minal Aidin wal Faizin" juga punya dasar dalam tradisi Islam. Meski beberapa riwayat tentang ucapan ini dinilai lemah, tapi secara keseluruhan tetap bisa dijadikan amalan yang dianjurkan. Bahkan para sahabat juga saling memberi ucapan selamat di hari raya.
Intinya, selama ucapan tersebut berisi doa dan kebaikan, itu termasuk hal yang diperbolehkan.
Lebaran memang penuh kebahagiaan, tapi bukan berarti hanya diisi dengan hal-hal seremonial saja. Ada banyak amalan sunnah yang bisa bikin momen ini jadi lebih bermakna dan nggak sekadar lewat begitu saja.
Jadi Gen, selain kumpul dan makan enak, coba sisipkan juga amalan-amalan ini biar Lebaran terasa lebih lengkap dan pastinya juga penuh nilai ibadah.