Membawa 10 Penumpang, Ini Detik-detik Pesawat ATR Indonesia Air Hilang Radar di Gunung Bulusaraung

Genvoice.id | 19 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kronologi pesawat ATR Indonesia Air hilang kontak, diduga jatuh di Gunung Bulusaraung. Dunia penerbangan tanah air tengah berduka setelah pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat yang membawa 10 orang tersebut terakhir kali terdeteksi saat melakukan fase pendekatan ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebelum akhirnya hilang dari radar.

Hingga saat ini, tim gabungan Basarnas dan TNI AU tengah melakukan pencarian intensif di kawasan Puncak Gunung Bulusaraung, Pangkep, yang diduga kuat menjadi lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

Detik-detik Hilangnya Komunikasi

  • Keberangkatan: Pesawat lepas landas dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

  • Pukul 12.23 WITA: ATC Makassar memberikan arahan untuk fase pendaratan. Namun, pesawat terdeteksi keluar dari jalur yang semestinya.

  • Koreksi Gagal: ATC sempat memberikan instruksi koreksi posisi, namun saat arahan terakhir diberikan, komunikasi dengan awak pesawat terputus total.

  • Fase Darurat: Menanggapi situasi tersebut, pihak otoritas langsung menetapkan status DETRESFA (Distress Phase), yang menandakan adanya bahaya serius.

Titik Pencarian: Fokus di Gunung Bulusaraung

Berdasarkan koordinat terakhir dan laporan lapangan, pencarian dipusatkan di beberapa titik krusial:

  1. Wilayah Awal: Kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros.

  2. Dugaan Titik Jatuh: Sekretaris BPBD Pangkep, Muhammad Arsyad, menyatakan adanya dugaan kuat pesawat jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Medan yang terjal dan sulit dijangkau menjadi tantangan utama tim di lapangan.

Langkah Penanganan Gabungan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama Basarnas, AirNav Indonesia, TNI AU, dan instansi terkait telah mengerahkan sekitar 40 personel gabungan. Operasi SAR dilakukan secara bertahap, mulai dari asesmen lokasi hingga perluasan area pencarian berdasarkan data koordinat terakhir.

Hingga kini, pihak berwenang terus melakukan koordinasi intensif untuk memverifikasi temuan di lokasi kejadian dan memastikan langkah evakuasi berjalan sesuai prosedur keselamatan penerbangan.

Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung di tengah medan yang cukup berat di kawasan Gunung Bulusaraung.

Keluarga korban dan masyarakat luas kini tengah menantikan kabar resmi dari tim gabungan terkait kondisi sepuluh orang di dalam pesawat. Semoga proses penyelamatan ini berjalan lancar tanpa terkendala cuaca buruk, ya Gen.