Real Madrid Menang Tapi Cemas! Terungkap Alasan Laga Real Madrid Kerap Buntu di Era Xabi Alonso, Ternyata Masalah Ide Permainan Bikin Fans Geregetan Hingga Menit Akhir!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, ada apa sih dengan Real Madrid belakangan ini? Padahal baru saja meraih kemenangan atas Talavera dengan skor 3-2 di ajang Copa del Rey pada Kamis (18/12/2025), tapi rasanya kok nggak plong ya? Bukannya merayakan pesta gol dengan tenang, para fans El Real justru harus senam jantung sampai peluit akhir dibunyikan. Kemenangan yang diraih dengan susah payah melawan tim yang di atas kertas levelnya jauh di bawah ini memicu perdebatan panas soal apa yang sebenarnya terjadi di ruang ganti Los Blancos. Nama sang pelatih, Xabi Alonso, kini benar-benar berada di bawah mikroskop karena gaya main tim yang dianggap makin nggak jelas arahnya. Meskipun manajemen dikabarkan masih mau bersabar sampai ajang Supercopa Spanyol nanti, tapi kalau mainnya terus-terusan bikin tegang begini, posisi Xabi jelas nggak bakal aman dalam waktu lama.
Banyak yang bertanya-tanya, kenapa tim bertabur bintang sekelas Madrid bisa terlihat sangat buntu di lapangan. Padahal secara materi pemain, mereka punya segalanya untuk membantai lawan mana pun. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Diskusi hangat pun pecah di program radio terkenal Spanyol, El Larguero, di mana para analis mencoba membedah penyakit kronis yang sedang diderita oleh raksasa Madrid ini. Mereka menyoroti bahwa masalahnya bukan cuma soal menang atau kalah, tapi soal identitas dan cara tim menjalani sebuah pertandingan yang dianggap sudah mulai luntur.
Hilangnya Intensitas dan Taktik Garis Rendah yang Membingungkan
Analis sepak bola Spanyol, Alvaro Benito, memberikan kritik yang cukup pedas soal performa tim saat melawan Talavera. Menurutnya, Madrid sebenarnya memulai laga dengan sangat serius dan solid di babak pertama sampai bisa unggul dua gol tanpa balas. Tapi anehnya, setelah unggul 2-0, intensitas permainan tim tiba-tiba anjlok drastis. Alih-alih mengunci kemenangan dengan menambah gol, para pemain justru terlihat terlalu santai dan malah bermain bertahan terlalu dalam. Strategi ini dianggap blunder besar karena justru memberi ruang bagi lawan untuk memberikan tekanan lewat umpan-umpan silang berbahaya.
"Babak pertama serius, tetapi ada sedikit penurunan intensitas ketika skor sudah 0-2," ujar Alvaro Benito dalam diskusi tersebut.
Benito merasa bingung kenapa tim sekelas Madrid harus bermain dengan garis pertahanan yang terlalu rendah saat menghadapi lawan yang secara kualitas jauh di bawah mereka. Sikap pasif ini hampir saja membuat laga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu karena lawan sempat mendapatkan momentum untuk mengejar ketertinggalan. "Saya tidak mengerti momen-momen ketika terus bertahan dengan garis rendah dan terlalu ke belakang, membiarkan lawan mengirim umpan silang dan memberi mereka peluang memaksa perpanjangan waktu," lanjutnya. Hal ini mencerminkan ada sesuatu yang salah dalam cara tim menjaga mental pemenang sepanjang 90 menit.
Krisisi Ide Permainan dan Masa Depan Xabi Alonso
Masalah paling mendasar yang ditemukan adalah ketiadaan ide permainan yang jelas, baik saat menyerang maupun ketika sedang bertahan. Real Madrid seolah kehilangan kompas taktik yang biasa membuat mereka dominan. Benito menegaskan bahwa kesulitan yang dialami Madrid belakangan ini terjadi hampir di setiap laga, terlepas dari siapa pun lawan yang mereka hadapi. Ia merasa bahwa sensasi buruk yang dirasakan para fans lebih besar daripada fakta klasemen mereka yang sebenarnya masih cukup baik di liga maupun Liga Champions.
Meskipun kritik mengalir deras, Benito menilai keputusan klub untuk tetap memberikan waktu bagi Xabi Alonso sampai Supercopa adalah langkah yang logis. Pasalnya, rapor hasil pertandingan Alonso belum bisa dibilang hancur total untuk langsung dipecat. "Hasilnya tidak cukup buruk untuk melakukan pemecatan. Real Madrid masih berada di posisi yang baik di Liga Champions dan liga, tetapi sensasi yang kita rasakan lebih buruk daripada kenyataannya," jelasnya.
Namun, tantangan besar kini ada di pundak Xabi Alonso. Ia harus membuktikan kalau dirinya bisa menanamkan ide permainannya ke skuad Madrid, sama seperti saat ia sukses membawa Bayer Leverkusen bermain cantik. Saat ini, masalah utama tim adalah absennya gagasan permainan yang benar-benar tertanam di lapangan. Jika dalam beberapa laga ke depan, termasuk saat melawan Sevilla nanti, Madrid tetap bermain tanpa pola yang jelas, maka rumor pergantian pelatih dipastikan bakal semakin kencang berhembus.
Gen, menurut kamu apakah gaya melatih Xabi Alonso ini memang kurang cocok buat skuad bertabur bintang Real Madrid, atau para pemainnya saja yang lagi kurang fokus di lapangan? Yuk, tulis pendapat kamu di bawah!